Konten dari Pengguna

Silicon Valley of Asia : Dominasi India dalam Perekonomian Dunia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Shaphira Rosa Putri Wusanani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

India semakin kuat dalam ekspor jasa teknologi, apakah ini akan mengubah keseimbangan kekuatan dalam industri global?

Ilustrasi kehidupan di India : sumber (https://pixabay.com/id/photos/asia-jalan-sepeda-sibuk-kota-2181892/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kehidupan di India : sumber (https://pixabay.com/id/photos/asia-jalan-sepeda-sibuk-kota-2181892/)

Selama bertahun - tahun, India sering kali dianggap remeh oleh dunia internasional. India dicitrakan sebagai negara yang lekat dengan kemiskinan, kemacetan, kekumuhan, dan kehidupan yang penuh dengan kekacauan. Padahal, sumber daya manusia di India sangat unggul, terbukti dari banyaknya orang India yang menjadi CEO pada perusahaan - perusahaan top dunia.

India semakin menunjukkan dominasinya dalam ekonomi global berkat pertumbuhan pesat dan kebijakan strategis. Indeks Inovasi Global menyebut bahwa India telah meningkatkan peringkatnya dari 81 ke 52 antara tahun 2015 dan 2019. Salah satu pendorong utama India adalah bonus demografi dengan mayoritas penduduknya yang masih berusia muda, menciptakan tenaga kerja besar, serta pasar konsumsi yang luas. India juga berhasil menarik investor asing melalui kebijakan pro-bisnis dan reformasi ekonomi yang menjadikannya alternatif utama bagi perusahaan global yang ingin memperluas pasar dan rantai pasokan, serta mengurangi ketergantungan pada China.

Ilustrasi inovasi teknologi : sumber (https://pixabay.com/id/photos/kode-teknologi-memantau-komputer-2588957/)

Selain itu, India mengalami lonjakan inovasi teknologi, khususnya dalam digitalisasi dan fintech, dengan sistem pembayaran Unified Payments Interface (UPI) yang mendominasi transaksi modern hingga membuat India disebut sebagai Silicon Valley of Asia. Negara ini juga aktif dalam organisasi internasional seperti G20 dan BRICS, memperkuat posisinya dalam menentukan arah kebijakan ekonomi dunia.

Apa itu Silicon Valley?

Ilustrasi Silicon Valley : sumber (https://pixabay.com/id/photos/bangunan-valley-pemandangan-kota-4859574/)

Silicon Valey adalah sebuah kawasan di California Utara yang merupakan pusat atau rumah dari raksasa teknologi dunia yang tidak asing di telinga kita seperti Google, Facebook, Netflix, Tesla, Yahoo, Amazon, dan lainnya. Setiap negara menginginkan Silicon Valey di negaranya termasuk India.

Kota Bengaluru digadang - gadang akan menjadi Silicon Valley of Asia. Mengapa Bengaluru disebut sebagai Silicon Valley of Asia?

Bengaluru adalah pusat teknologi dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan menjadi rumah bagi pusat penelitian dan pengembangan (R&D) dari perusahaan - perusahaan terkenal seperti Amazon, Microsoft, Facebook, dan Google. Artinya, perusahaan - perusahaan ini melakukan riset serta inovasi teknologi mereka di Bengaluru untuk mengembangkan produk dan layanan mereka.

Bagaimana India bisa menjadi Silicon Valley of Asia?

Industri IT di India, terutama di Bengaluru, memiliki peran besar dalam membangun perekonomian negara. Bahkan pada saat ini, lebih dari empat juta orang bekerja di sektor teknologi di India, baik sebagai insinyur, analis data, maupun profesi lainnya. Selain itu, kota ini juga menjadi pusat bagi banyak startup teknologi yang berkembang dengan pesat hingga menjadikannya sebagai salah satu ekosistem bagi inovasi teknologi terbesar di dunia. Bahkan saat ini India memiliki 26 perusahaan yang masing - masing perusahaannya bernilai lebih dari $1 miliar.

Bengaluru pernah disebut sebagai kota paling cepat berkembang di dunia pada tahun 2017, karena kemajuan teknologinya. Dahulu kota ini dikenal sebagai tempat perusahaan luar negeri memindahkan pekerjaan mereka (outsourcing), namun sekarang Bengaluru sudah berubah menjadi pusat usaha dan pusat teknologi baru. Kota ini sudah dikenal sebagai pusat teknologi di India. Bahkan, hanya di tahun 2018 saja, ada 153 usaha yang dimulai di sana. Hal ini bisa terjadi karena Bengaluru punya banyak orang berbakat dan terdapat dukungan dana yang cukup untuk membantu usaha-usaha baru agar dapat berkembang.

Setiap tahun, industri teknologi di India menghasilkan pendapatan ekspor sebesar €120 miliar. Angka ini berasal dari layanan yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan India kepada klien dan bisnis yang berada di luar negeri, seperti pengembangan perangkat lunak, keamanan siber, dan layanan cloud computing. Banyak perusahaan internasional yang memilih India, khususnya di Bengaluru, karena melimpahnya tenaga kerja yang terampil, biaya operasional yang lebih rendah, serta lingkungan bisnis yang memadai dan mendukung inovasi teknologi. Dengan perkembangan pesat ini, tidak heran bahwa Bengaluru disebut sebagai Silicon Valley of Asia karena perannya yang semakin mendominasi dalam perekonomian dunia melalui inovasi teknologinya.

Apabila India dapat terus meningkatkan serta mengembangkan pusat perkotaannya dan menumbuhkan semangat kewirausahaan pada penduduknya, maka negara ini dapat berpotensi menjadi Silicon Valley of Asia dan menjadi pusat teknologi global. Bengaluru (dahulu dikenal sebagai Bangalore) dan Gurgaon adalah dua pusat kota yang berteknologi tinggi dan merupakan contoh nyata dari kemajuan urbanisasi yang pesat di India. India diperkirakan akan menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan populasi urban di dunia.

Meski demikian, India masih menghadapi tantangan besar seperti adanya ketimpangan ekonomi, birokrasi yang kompleks, dan infrastruktur yang perlu diperbaiki. Agar bisa mempertahankan momentum, India perlu terus berinvestasi dalam pendidikan, teknologi hijau, dan penguatan sektor manufaktur. Jika dapat mengatasi hambatan ini, India akan diperkirakan menjadi kekuatan ekonomi utama di dunia, menyaingi China dan AS dalam beberapa dekade ke depan.