Konten dari Pengguna

Mahasiswa UM BBM Dorong Digitalisasi UMKM melalui SiApik, QRIS, dan Google Maps

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari shifa sa'diyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi kegiatan mahasiswa UM BBM dalam program Digitalisasi UMKM melalui SiApik, QRIS, dan Google Maps di Desa Banjaragung
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi kegiatan mahasiswa UM BBM dalam program Digitalisasi UMKM melalui SiApik, QRIS, dan Google Maps di Desa Banjaragung

Jombang – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) 2026 Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, melaksanakan program kerja Digitalisasi UMKM sebagai upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha di era digital. Program ini diwujudkan melalui pendampingan penggunaan aplikasi pencatatan keuangan SiApik, pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran digital, serta pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps.

Program ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan sebagian pelaku UMKM di Desa Banjaragung masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, penerapan sistem pembayaran digital, serta promosi usaha melalui platform digital. Oleh karena itu, mahasiswa Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) menghadirkan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Pendampingan penggunaan aplikasi SiApik dilakukan secara door to door dengan mengunjungi tiga pelaku UMKM, yaitu usaha jamu tradisional, usaha keripik pisang, dan toko kelontong. Dalam setiap kunjungan, mahasiswa memberikan pendampingan mengenai cara menggunakan aplikasi SiApik sebagai media pencatatan keuangan digital. Pelaku UMKM diajak mempraktikkan secara langsung pencatatan modal usaha, transaksi penjualan, pembelian, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana menggunakan data usahanya masing-masing. Melalui pendampingan ini diharapkan pelaku UMKM mampu menerapkan pencatatan keuangan yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Selain pendampingan pencatatan keuangan, mahasiswa juga membantu pelaku UMKM dalam proses pembuatan QRIS sebagai alternatif pembayaran non-tunai. Kehadiran QRIS diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam bertransaksi menggunakan dompet digital maupun mobile banking, sekaligus mendukung adaptasi UMKM terhadap perkembangan sistem pembayaran digital.

Upaya digitalisasi juga dilakukan melalui pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps. Mahasiswa mendampingi setiap pelaku UMKM dalam proses pembuatan titik lokasi usaha agar lebih mudah ditemukan. Keberadaan usaha di Google Maps diharapkan mampu meningkatkan visibilitas UMKM, memperluas jangkauan pemasaran, serta memudahkan konsumen menemukan lokasi usaha.

Ketua Kelompok UM BBM Desa Banjaragung menyampaikan bahwa digitalisasi UMKM tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital.

"Melalui pendampingan ini kami berharap pelaku UMKM tidak hanya memiliki pencatatan keuangan yang lebih baik, tetapi juga semakin siap memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usahanya, baik melalui pembayaran digital maupun promosi lokasi usaha secara online," ujarnya.

Pelaku UMKM menyambut baik kegiatan tersebut karena memperoleh pengalaman baru dalam mengelola usahanya secara digital. Pendampingan yang dilakukan secara langsung dinilai lebih efektif karena setiap pelaku usaha dapat berkonsultasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan usahanya masing-masing.

Melalui program Digitalisasi UMKM ini, mahasiswa UM BBM 2026 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital di Desa Banjaragung sehingga diharapkan mampu menciptakan usaha lebih modern, tertata, dan berdaya saing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.