Konten dari Pengguna

Memupuk rezeki dengan memainkan alat pemangkas manual

Lakon Mata

Lakon Mata

foto bagian dari sejarah

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lakon Mata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memupuk rezeki dengan memainkan alat pemangkas manual
zoom-in-whitePerbesar

Pujiman memangkas rambut pelanggan pertama.

Lengangnya kendaraan sebelum menyambut pagi dan udara masih segar untuk dihirup. Beriringan dengan matahari muncul secara perlahan dari sudut timur perkotaan Malang. riuh aktivitas warga semakin padat ketika matahari kian meninggi. Ketika matahari kian meninggi, jalan mulai padat dihiasi dengan beragam kendaraan yang mengisi ruas jalan Ir Rais. Sama halnya dengan Pujiman (75) yang mengayuh sepeda dengan terengah-engah sembari menggandeng peralatan pangkas dari Pandan Landung Kecamatan Wagir menuju ke jalan Ir Rais. Berkisar 3 KM jauhnya. Ditepi jalan Ir.Rais pujiman melabuhkan sepedanya dan mulai bekerja sebagai pemangkas rambut.

Pujiman berprofesi sebagai pemangkas rambut selama 34 tahun disekitaran jalan Ir.Rais. Di Kota Malang terdapat sekitar ratusan salon dan barbershop menggunakan mesin potong rambut untuk memotong rambut dari pelanggan namun sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh Pujiman. Pujiman masih menggunakan alat cukur manual clipper kodok.

Memupuk rezeki dengan memainkan alat pemangkas manual (1)
zoom-in-whitePerbesar

Alat yang digunakan Pujiman untuk memotong rambut pelanggan.

Pendapatan Pujiman tak menentu setiap harinya, terkadang dalam sehari pujiman hanya mendapatkan satu pelanggan, semasa 34 tahun bergelut dengan alat cukur clipper kodok Pujiman tak pernah mematok harga bagi konsumen.

“seadanya saja, kalau tidak ada juga tidak apa-apa”ujarnya sembari jarinya melentik abu rokok

Kepandaian Pujiman dalam menggunakan alat cukur clipper kodok bermula saat usia remaja. berawal dari melihat tetangganya menggunakan alat tersebut.saat remaja Pujiman berpindah tempat dari pasar ke pasar untuk memupuk rejeki yang hanya selembar kertas namun memiliki nilai.

Memupuk rezeki dengan memainkan alat pemangkas manual (2)
zoom-in-whitePerbesar

Pujiman sangat detail dalam hal memangkas rambut pelanggan.

Setelah memangkas rambut konsumen pujiman menghabiskan waktunya menunggu pelanggan selanjutnya selama berjam-jam dengan menghabiskan sebungkus rokok ditemani dengan sebotol air putih yang dibawa dari rumah atau menemani pelanggan berbincang-bincang. sesekali membersihkan alat yang ditempeli debu jalanan.

Memupuk rezeki dengan memainkan alat pemangkas manual (3)
zoom-in-whitePerbesar

Pujiman menghisap sebatang rokok sesekali berbincang dengan pelanggan.

Memupuk rezeki dengan memainkan alat pemangkas manual (4)
zoom-in-whitePerbesar

Pujiman membersihkan alatnya setelah memangkas rambut pelanggan.

Memupuk rezeki dengan memainkan alat pemangkas manual (5)
zoom-in-whitePerbesar

Raut wajah dari sosok Pujiman.