Konten dari Pengguna

2 Film Adaptasi Novel Buya Hamka yang Sayang untuk Dilewatkan

Sinema Update

Sinema Update

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Film Adaptasi Novel Buya Hamka, Pexels/Tima Miroshnichenko
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Film Adaptasi Novel Buya Hamka, Pexels/Tima Miroshnichenko

Film adaptasi novel Buya Hamka menyuguhkan kisah-kisah klasik penuh makna yang tak pernah lekang oleh waktu. Melalui kekuatan cerita dan pesan-pesan kemanusiaan, karya-karyanya kembali hidup dalam bentuk film yang menggugah.

Buya Hamka sendiri adalah seorang ulama, sastrawan, dan filsuf terkenal Indonesia. Dia dikenal aktif dalam Muhammadiyah hingga akhir hayatnya. Selama hidupnya, dia telah menerbitkan sejumlah novel yang berhasil memikat pembaca Tanah Air.

Film Adaptasi Novel Buya Hamka

Ilustrasi Film Adaptasi Novel Buya Hamka, Pexels/cottonbro studio

Melalui layar lebar, film adaptasi novel Buya Hamka berhasil menyampaikan warisan sastra yang kaya akan nilai budaya dan religius. Dikutip dari situs imdb.com, berikut adalah sejumlah film adaptasi dari novel Buya Hamka.

1. Di Bawah Lindungan Ka’bah

Film yang tayang pada tahun 2011 ini mengisahkan sepasang remaja yang berasal dari kelas sosial yang berbeda. Keduanya saling mencintai tetapi tidak dapat bersama karena perbedaan tersebut.

Hamid kemudian dituduh menyentuh Zainab secara tidak pantas dan akhirnya diusir dari desa. Zainab dijodohkan dengan putra bangsawan lain tetapi keduanya tetap saling menyayangi. Setelah meninggal, keduanya kembali dipertemukan di surga.

Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Buya Hamka tahun 1938 dengan judul yang sama dan dibintangi Herjunot Ali sebagai Hamid dan Laudya Cynthia Bella sebagai Zainab.

2. Tenggelamnya Kapal van der Wijck

Film adaptasi novel Buya Hamka selanjutnya adalah Tenggelamnya Kapal van Der Wijck. Film ini diadaptasi dari novel Buya Hamka yang diterbitkan pada tahun 1938 yang berjudul sama.

Tenggelamnya Kapal van der Wijck mengikuti kisah cinta antara 3 orang, yakni Hayati, Zainuddin, dan Aziz.

Kisah cinta pasangan muda Hayati dan Zainuddin berujung pada tragedi ketika berlayar bersama kapal Van der Wijck. Zainuddin sendiri adalah seorang pria ras campuran yang yatim piatu, sementara Hayati adalah seorang wanita Minang Murni.

Mengangkat adat istiadat, budaya Minangkabau, Bugis, dan Padang, film ini mengkritik beberapa adat istiadat asli yang tidak sesuai dengan pola pikir yang benar. Film ini dibintangi Herjunot ALi, Pevita Pearce, serta Reza Rahadian.

Film adaptasi novel Buya Hamka bukan hanya sekadar hiburan tetapi juga berhasil menginspirasi para penontonnya. (Mey)

Baca juga: 5 Film Kerajaan Eropa yang Kaya Nilai Edukasi