Konten dari Pengguna
4 Film yang Mirip Bumi Manusia dengan Latar Kolonial dan Sejarah
4 Juli 2025 13:25 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
4 Film yang Mirip Bumi Manusia dengan Latar Kolonial dan Sejarah
Inilah film yang mirip Bumi Manusia dengan alur romansa dalam bayang-bayang sejarah penjajahan yang penuh gejolak.Sinema Update
Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Film yang mirip Bumi Manusia sering kali hadir dengan latar sejarah kuat, tema perjuangan melawan ketidakadilan, dan kisah cinta yang menyentuh.
ADVERTISEMENT
Film-film seperti ini mampu menyentuh sisi emosional sekaligus mengajak penonton merenungi dinamika sosial masa lalu.
Kekuatan naratif yang berpadu dengan konteks budaya dan politik menjadikan genre ini tetap relevan.
Film yang Mirip Bumi Manusia
Film yang mirip Bumi Manusia biasanya menampilkan tokoh utama yang berada dalam dilema antara warisan budaya dan desakan perubahan zaman.
Dikutip dari p2k.stekom.ac.id, Bumi Manusia sendiri merupakan adaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer yang mengangkat kisah Minke.
Ia adalah seorang pemuda pribumi yang berpendidikan Barat, yang terlibat dalam pergulatan batin dan sosial di masa kolonial Hindia Belanda.
Minke jatuh cinta pada Annelies, gadis campuran Eropa-pribumi, namun harus menghadapi penolakan sistemik karena perbedaan ras dan status sosial.
ADVERTISEMENT
Film ini mengangkat persoalan identitas, ketimpangan kekuasaan, serta pergolakan intelektual pada masa penjajahan.
Dalam semangat yang sama, berikut adalah beberapa film yang juga mengeksplorasi pertemuan antara tradisi, cinta, dan perjuangan dalam konteks sejarah kolonial atau sosial Indonesia.
1. Perburuan (2019)
Film ini juga diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer dan berlatar masa pendudukan Jepang. Cerita mengikuti perjalanan Hardo, seorang mantan tentara PETA yang membelot setelah gagal dalam pemberontakan melawan Jepang.
Ia kembali ke kampung halaman dalam keadaan buron, sembari membawa luka batin dan beban sejarah yang belum selesai.
Latar waktu yang dekat dengan kemerdekaan serta eksplorasi tentang pengkhianatan dan loyalitas memperkuat keterkaitannya dengan Bumi Manusia.
Ketegangan personal Hardo sebagai individu yang tercerabut dari keyakinan lamanya memberi bobot emosional yang kuat, seperti halnya pergolakan batin Minke dalam mempertahankan prinsip di tengah tekanan kolonial.
ADVERTISEMENT
2. Kartini (2017)
Film ini mengangkat sosok R.A. Kartini, perempuan bangsawan Jawa yang memperjuangkan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan.
Dalam struktur sosial yang kaku dan patriarkal, Kartini harus melawan aturan keluarga dan adat yang mengekangnya sejak kecil.
Semangat pembaruan dan keberanian intelektual menjadi kekuatan utama film ini, sejalan dengan perjuangan Minke dalam menulis dan melawan ketidakadilan lewat pena.
Kisahnya memperlihatkan bagaimana individu dari kalangan terpelajar mampu menjadi motor perubahan sosial, sekaligus menjadi simbol konflik antara nilai lama dan semangat kemajuan.
3. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013)
Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Buya Hamka yang juga berlatarkan masa kolonial dan mengangkat kisah cinta yang berhadapan dengan realitas sosial.
Zainuddin, tokoh utama, mengalami diskriminasi karena dianggap tidak berdarah Minang murni, sehingga cintanya pada Hayati ditentang keras.
ADVERTISEMENT
Konflik sosial, kelas, dan budaya membentuk jalan cerita yang penuh penderitaan dan penyesalan.
Sama seperti Minke yang menghadapi perbedaan ras dan status sosial, Zainuddin pun harus berjuang melawan batas-batas budaya yang tidak adil, menjadikan film ini sangat resonan bagi penggemar Bumi Manusia.
4. Sang Penari (2011)
Berlatar tahun 1960-an, film ini menceritakan kisah Srintil, seorang perempuan desa yang menjadi ronggeng dalam tradisi Dukuh Paruk.
Kisah cinta dan identitasnya menjadi rumit ketika tradisi, politik, dan kekerasan negara mulai merenggut kehidupannya. Penekanan pada tradisi lokal, peran perempuan, serta peristiwa politik besar seperti G30S menjadikan film ini sangat berlapis.
Seperti Bumi Manusia, film ini juga menyoroti bagaimana dinamika kekuasaan dan budaya bisa menghancurkan hubungan personal serta martabat manusia.
ADVERTISEMENT
Itulah lima film yang mirip Bumi Manusia, dengan narasi yang kuat, konflik sosial yang tajam, serta tokoh utama yang berjuang dalam dunia yang tidak selalu adil. (Shofia)

