Konten dari Pengguna

Kenapa Akaza Membenci Douma di Demon Slayer? Ini Alasannya

Sinema Update

Sinema Update

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Akaza membenci Douma. Foto: Pixabay.com/CharlVera
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Akaza membenci Douma. Foto: Pixabay.com/CharlVera

Kenapa Akaza membenci Douma sering menjadi pertanyaan menarik bagi para penggemar Demon Slayer.

Kisah dua Iblis dari jajaran Dua Belas Kizuki ini memang sarat dengan konflik dan penuh intrik yang menggambarkan betapa rumitnya hubungan antardemon.

Persaingan yang tajam di antara mereka tidak hanya dipicu oleh perbedaan kekuatan, melainkan juga sifat serta kepribadian yang berlawanan.

Kenapa Akaza Membenci Douma?

Ilustrasi Kenapa Akaza membenci Douma. Foto: Pixabay.com/peemenbox

Kenapa Akaza membenci Douma? Jawabannya berkaitan langsung dengan kedudukan dan sifat Douma dalam jajaran Dua Belas Kizuki. Douma menempati posisi Upper Rank Dua meski bergabung jauh setelah Akaza.

Dikutip dari fictionhorizon.com, hal ini memicu rasa iri dan benci dari Akaza yang merasa perjuangannya diabaikan.

Ia menyadari betul bahwa Douma lebih kuat darinya, namun kesombongan serta ambisi untuk menjadi yang terkuat membuatnya sulit menerima kenyataan tersebut.

Akaza, sosok yang keras kepala, sangat mencintai pertarungan, dan hanya menghormati lawan yang memiliki kekuatan sebanding. Ia tidak segan menghina pihak yang dianggap lemah, tetapi selalu memberi respek pada lawan tangguh, termasuk para Hashira.

Bagi Akaza, kekuatan adalah satu-satunya hal yang layak dijadikan ukuran. Karena itulah, ketika Douma dipandang lebih unggul, kebencian semakin berakar dalam dirinya.

Sebaliknya, Douma memiliki sifat yang sangat berbeda. Ia tampak ramah dan penuh senyum, tetapi sejatinya dingin, nihil, dan tak memiliki empati.

Douma sering mempermainkan keadaan, bahkan ketika Akaza menyerangnya secara fisik, ia justru menganggapnya sebagai bentuk sapaan. Sikap tenang bercampur dengan ejekan halus ini semakin membakar emosi Akaza.

Hubungan antara Akaza dan Douma semakin tegang karena Douma sering bersikap merendahkan.

Ejekan halus yang ia lontarkan menjadi pemicu utama kemarahan Akaza, meskipun secara aturan, Akaza tidak bisa melampiaskannya dalam pertarungan resmi

Dalam organisasi Dua Belas Kizuki, aturan hierarki dijalankan secara ketat, sehingga anggota yang posisinya lebih rendah harus selalu menuruti perintah dari yang berada di atas.

Aturan tersebut ditegakkan tanpa kompromi, bahkan Kokushibo sendiri pernah menghukum Akaza saat ia nekat menyerang Douma, meskipun serangan itu tidak berdampak karena kemampuan regenerasi Douma terlalu kuat.

Rasa benci Akaza kian bertambah karena sifat Douma yang manipulatif. Douma senang bermain-main dengan kondisi, seolah menikmati perannya sebagai sosok yang bisa memprovokasi kapan saja.

Dalam pandangan Akaza, Douma bukan sekadar lawan, tetapi juga penghalang besar bagi ambisinya untuk menduduki posisi lebih tinggi.

Setiap kelebihan Douma, baik kekuatan maupun sikap meremehkan, seakan menjadi tembok yang selalu menghadang langkahnya.

Sifat permusuhan ini sejalan dengan karakter Akaza yang keras dan penuh ambisi. Ia tidak pernah benar-benar rukun dengan sesama Upper Moon. Bahkan terhadap Kokushibo, rasa bencinya tidak kalah kuat.

Hanya saja, Akaza jauh lebih berhati-hati dalam bersikap karena memahami bahwa Kokushibo memiliki kekuatan dan status yang jauh lebih menakutkan.

Konflik antara Akaza dan Douma pada akhirnya memperlihatkan bagaimana hubungan internal dalam Kizuki rapuh dan dipenuhi persaingan.

Pertentangan itu tidak hanya berakar pada perbedaan kekuatan, tetapi juga pada benturan kepribadian yang sulit disatukan.

Secara keseluruhan, kebencian Akaza terhadap Douma menggambarkan bagaimana ambisi, hierarki, dan sifat pribadi bisa melahirkan permusuhan mendalam di dalam kelompok yang tampaknya solid.

Hal inilah yang menjadi jawaban jelas kenapa Akaza membenci Douma meski keduanya sama-sama mengabdi kepada Muzan. (Khoirul)

Baca Juga: 6 Fakta Akaza Demon Slayer yang Mengejutkan dan Jarang Diketahui