Konten dari Pengguna

Penjelasan Ending Film Sorop yang Bikin Merinding

Sinema Update

Sinema Update

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penjelasan Ending Film Sorop:Unplash/Ján Jakub Naništa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penjelasan Ending Film Sorop:Unplash/Ján Jakub Naništa

Penjelasan ending film Sorop menghadirkan teka-teki emosional yang membuat penonton mempertanyakan motif dan realitas yang dialami oleh tokoh utamanya.

Dengan gaya naratif yang penuh lapisan dan visual yang sugestif, Sorop menutup kisahnya dengan cara yang menggugah sekaligus menantang persepsi.

Penjelasan Ending Film Sorop

Ilustrasi lustrasi Penjelasan Ending Film Sorop:Unplash/Jack B

Film horor supranatural yang satu ini mengangkat kearifan lokal dan mitos Jawa. Penjelasan ending film Sorop menghadirkan puncak ketegangan yang menyisakan ketakutan sekaligus rasa penasaran mendalam.

Dikutip dari situs IMDb, berkisah tentang saudara kandung Hanif dan Isti yang kembali ke kampung halaman setelah kematian pamannya, Pakde Khair.

Namun, kematian itu bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, peristiwa tersebut menjadi awal dari rangkaian kejadian mistis yang mengguncang kenyataan.

Rumah tua warisan keluarga di pedesaan yang ditinggali ternyata dihuni oleh arwah gelisah Pakde Khair, yang dikenal telah “hidup kembali” beberapa kali sebelum akhirnya benar-benar meninggal atau setidaknya, itulah yang dikira.

Ketegangan mencapai puncaknya saat Hanif dan Isti menyadari bahwa arwah Pakde Khair gentayangan setiap kali memasuki periode "Sorop", waktu yang dalam kepercayaan Jawa diyakini sebagai momen ketika batas antara dunia nyata dan dunia gaib menjadi tipis.

Hanif dan Isti kemudian menguak ritual kelam bernama Puasa Sorop, sebuah praktik terkutuk di mana pelakunya hanya diperbolehkan berbuka puasa dengan tanah kuburan.

Ritual ini diyakini mampu memberikan kekuatan gaib dan kehidupan abadi namun dengan harga yang mengerikan.

Di akhir film, terungkap bahwa Pakde Khair telah menjalani ritual tersebut secara penuh demi mencapai kekekalan hidup, namun justru terjebak dalam siklus kematian dan kebangkitan yang tak pernah tuntas.

Jiwa dan raganya menjadi tidak utuh, menjadikannya sosok arwah penasaran yang terperangkap antara dua dunia.

Hanif dan Isti akhirnya menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan kutukan adalah dengan menyelesaikan ritual yang belum sempurna itu bukan dengan melanjutkannya, tetapi dengan memutus mata rantai kepercayaannya.

Adegan akhir film ini menyajikan sangat mengerikan dan sarat akan simbol. Hanif harus menghadapi langsung sosok Pakde Khair dan menghancurkan benda-benda keramat yang digunakan dalam puasa sorop.

Sementara itu, Isti harus mengubur kembali tanah kuburan yang telah digunakan sebagai makanan ritual. Dengan melakukan ini, bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga membebaskan arwah Pakde Khair dari siksaan abadi.

Namun, film Sorop tidak menutup kisahnya dengan tuntas. Adegan terakhir memperlihatkan tanah di halaman rumah yang kembali bergolak saat malam Sorop berikutnya tiba.

Menyiratkan bahwa meskipun ritual telah dihentikan, energi kelam yang telah dibangkitkan mungkin tidak pernah benar-benar bisa dihapus.

Inilah yang membuat penjelasan ending Sorop terasa begitu merinding karena kejahatan yang berakar dari keyakinan sesat dan tradisi gelap kadang tak bisa dikalahkan hanya dengan logika, tapi harus dilawan dengan keyakinan, keberanian, dan pengorbanan. (shr)

Baca juga: Sinopsis Kampung Jabang Mayit yang Menyimpan Kutukan Mengerikan