Saat Rasa Tidak Pantas Membuatku Menyuruhmu Pergi

Mahasiswi Ilmu Komunikasi - Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sissya Ailsa Chikal Bahri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada kalanya seseorang menyuruh orang yang disayanginya untuk pergi, bukan karena sudah tidak peduli, tetapi karena merasa dirinya tidak cukup baik untuk dipertahankan. Pikiran seperti "kamu lebih pantas dapat yang lebih baik" atau "aku cuma bikin kamu capek" sering muncul ketika seseorang sedang merasa rendah diri dan overthinking.
Perasaan ini biasanya bukan muncul karena tidak sayang, melainkan karena terlalu keras pada diri sendiri. Setiap kesalahan terasa sangat besar, setiap kekurangan terlihat seperti alasan mengapa orang lain akan meninggalkannya. Akibatnya, ia memilih menyuruh orang lain pergi lebih dulu agar tidak merasakan sakit saat benar-benar ditinggalkan.
Fenomena ini cukup sering terjadi, terutama pada orang yang memiliki rasa percaya diri rendah atau pernah mengalami pengalaman yang membuatnya sulit percaya bahwa dirinya layak dicintai. Padahal, apa yang dipikirkan belum tentu sama dengan kenyataan. Tidak semua orang bertahan karena terpaksa, dan tidak semua orang ingin pergi hanya karena melihat kekurangan.
Menyuruh orang lain pergi bukan selalu tanda ingin mengakhiri hubungan. Terkadang, itu adalah cara seseorang meminta diyakinkan bahwa dirinya masih berarti. Di balik kalimat "pergi aja" sering kali tersembunyi harapan, "tolong jangan pergi."
Belajar menerima diri sendiri memang tidak mudah. Namun, menyadari bahwa kita juga pantas dicintai dan diterima apa adanya adalah langkah kecil yang bisa membuat hubungan dengan diri sendiri maupun orang lain menjadi lebih sehat.
