Konten dari Pengguna

Inflasi dan Daya Beli Masyarakat Apakah Kenaikan Harga Menurunkan Konsumsi?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siti Aisy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap kali BPS merilis angka inflasi, kita sering mendengar bahwa “daya beli masyarakat tergerus”. Secara sederhana memang begitu, karena ketika harga naik sementara pendapatan tetap, kemampuan masyarakat untuk membeli barang menjadi berkurang. Namun, kondisi di Indonesia sepanjang 2026 menunjukkan bahwa masalah daya beli tidak hanya dipengaruhi oleh inflasi.

sumber gambar AI
zoom-in-whitePerbesar
sumber gambar AI

Pada April 2026, inflasi berada di 2,42 persen, kemudian naik menjadi 3,34 persen pada Juni dan turun lagi menjadi 2,88 persen pada Juli. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga pada kuartal I 2026 masih tumbuh 5,52 persen. Artinya, masyarakat masih melakukan konsumsi meskipun kondisi ekonomi terasa cukup berat.

Hal ini juga terlihat dari Survei Konsumen Bank Indonesia. Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 127,0 pada Januari menjadi 117,8 pada Juni. Penurunan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya khawatir dengan harga barang, tetapi juga memikirkan pendapatan, pekerjaan, dan kondisi ekonomi ke depan.

Menariknya, pada Juni 2026 porsi pendapatan untuk konsumsi mencapai 73 persen, sementara tabungan turun menjadi 17 persen. Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih berbelanja, tetapi bisa saja dengan mengurangi tabungan. Mereka juga cenderung mengutamakan kebutuhan pokok dan mengurangi pengeluaran yang bisa ditunda, seperti makan di luar, rekreasi, atau membeli barang tertentu.

Jadi, inflasi memang berpengaruh terhadap daya beli, tetapi bukan satu-satunya faktor. Pendapatan, kepastian pekerjaan, tabungan, serta kebijakan pemerintah juga ikut menentukan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. Karena itu, menjaga inflasi tetap rendah saja belum cukup. Pemerintah juga perlu memperhatikan lapangan kerja, pendapatan, dan kondisi ekonomi masyarakat agar daya beli benar-benar terjaga.

Pada akhirnya, untuk melihat kondisi daya beli masyarakat, kita tidak bisa hanya melihat angka inflasi. Kita juga perlu melihat apakah masyarakat memiliki pendapatan yang cukup, pekerjaan yang aman, dan tabungan untuk menghadapi kebutuhan di masa depan.