Fase Pertumbuhan dan Perkembangan serta Perkembangan Psikomotorik Anak

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Siti Kholila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fase Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Fase Prenatal, terbagi atas dua masa:
Masa Embrio: Ovum yang sudah dibuahi kemudian emmbentuk sistem organ tubuh, sampai pada kehamilan 8 minggu.
Masa Fetus (Kelahiran): Terdapat dua masa fetus yaitu, fetus dini merupakan pertumbuhan dan pembentukan manusia sempurna ditandai dengan fungsi organ sudah mulai berfungsi. Kemudian fetus lanjut merupakan perkembangan fungsi-fungsi dan terjadi transfer imunoglobulin G (IgG), darah ibu mengalir ke plasenta melalui arteri uterus yang kemudian akan memberi nutrisi, oksigen, dan glukosa untuk janin yang sedang berkembang.
Fase Pascanatal, terbagi atas dua masa:
Masa Neotal: Merupakan masa adaptasi, terjadi reflek menghisap, reflek merangkul, reflek menoleh, reflek mempertahankan posisi kepala, reflek memegang benda.
Masa Bayi (1-12 Bulan): Terjadi penambahan berat dan tinggi badan, pertambahan lingkar kepala, mengelola koordinasi mata dan berusaha mengikuti objek yang bergerak, mulai mengangkat kepala, tengkurap, mulai membolak-balikan badan, berusaha mengambil benda terdekatnya yang kemudian dimasukan ke mulut untuk dikenali, mulai tertawa lepas, memutar posisi tengkurap, mulai duduk sendiri dan merangkak.
Fase Prasekolah, terbagi atas dua masa:
Prasekolah Awal (Batita): Mulai belajar berjalan, mulai berlari, mulai menaiki tangga, meniru sesuatu yang dilihat, bersifat egosentris dengan benda yang disukainya dan dianggap miliknya, menganggap temannya sebagai benda mati dapat dipukul atau pun ditarik, mulai memilih baju sendiri dan menolak untuk dipakaikan, belajar makan sendiri, belajar buang air besar dan kecil di toilet, mulai berbicara, sering mengulang pertanyaan.
Prasekolah Akhir (Balita): Ditandai dengan tumbuhnya gigi susu yang sudah lengkap, sudah bisa naik turun tangga sendiri, sudah mulai sadar ketika melakukan kesalahan, rasa ingin tahu dan daya imajinasinya berkembang, mulai mencorat-coret, menulis, menggambar, mengenali angka, mengenali bentuk, mengenali warna, mulai mengenal cita-cita.
Fase Sekolah (Anak-anak), terbagi atas tiga masa:
Masa Awal: Anak-anak usia 6-7 tahun, mampu mengerjakan tugas matematika, cenderung kesulitan jika bertemu tugas yang rumit dan kompleks, adanya kekompakan teman sebaya yang berjenis kelamin sama, berkembangnya potensi intelektual dan sosialnya.
Masa Tengah: Anak-anak usia 8-9 tahun, disebut masa industri, mengembangkan kepribadian, pembentukan konsep diri fisik, percaya diri, efikasi diri.
Masa Akhir: Anak-anak usia 10-12 tahun, mulai tumbuh rasa tertarik terhadap lawan jenis, adanya hubungan pertemanan lintas jenis kelamin.
Fase Adolensi (Remaja):
Masa remaja atau masa pubertas adalah peranjakan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Ditandai dengan kematangan organ reproduksi, terjadinya perubahan fisik maupun mental anak, sudah mulai tumbuh rambut pada beberapa bagian tubuh, perubahan hormon yang menjadikan emosi seseorang tidak stabil, cepat marah, mudah tersinggung, dan melamun. Wanita mengalami pubertas pada usia 8-13 tahun, sedangkan laki-laki mengalami pubertas pada usia 10-15 tahun. Namun, ada beberapa anak yang mengalami masa pubertas lebih dulu dan ada juga yang terlambat mengalami masa pubertasnya, hal ini terlihat pada kondisi fisik seseorang.
Teori Perkembangan Menurut Ahli:
Lev Vigotsky
Menekankan pentingnya interaksi sosial dan tahapan yang terukur. Bergantung pada pandangan individu dan melibatkan proses sosial melalui interaksi dengan orang lain dan lingkungan. Vigotsky berpendapat bahwa anak-anak menyerap percakapan dari orang lain, kemudian anak akan menggunakannya untuk menyelesaikan masalahnya.
Jean Piaget
Menekankan peran aktif anak dalam membangun pemahaman mereka sendiri tentang realitas. Anak-anak secara aktif membangun pengetahuan dengan terus-menerus membiasakan informasi baru. Piaget meyakini bahwa anak terlahir dengan kecenderungan bawaan untuk beriteraksi dengan lingkungan dan memahaminya.
Perkembangan Psikomotorik Anak, terbagi atas dua ranah:
Motorik Kasar: Gerakan tubuh yang menggunakan otot besar dari anggota tubuh yang dipengaruhi oleh usia, berat badan, dan perkembangan fisik anak. Contohnya, menendang, memukul, melompat, dan berlari.
Motorik Halus: Gerakan tubuh yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata serta tangan. Contohnya, menyusun balok, bermain puzzle, memasangkan benda sesuai bentuknya.
Daftar Pustaka:
Sukmadinata, Nana Syaodih. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007.
Slavin, Robert E. Psikologi Pendidikan Teori dan Praktik. PT Macanan Jaya Cemerlang, 2008.
