Konten dari Pengguna

Kenapa Sudah Banyak Lamaran Kerja, Tapi Belum Dipanggil Interview?

Fahmi Fadi, SH

Fahmi Fadi, SH

Founder Scriptumluris.id

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fahmi Fadi, SH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: https://cdn.pixabay.com/photo/2020/09/17/01/47/job-interview-5577755_1280.png
zoom-in-whitePerbesar
Foto: https://cdn.pixabay.com/photo/2020/09/17/01/47/job-interview-5577755_1280.png

Mengirim banyak lamaran kerja tetapi belum mendapatkan panggilan interview bisa membuat pencari kerja mulai mempertanyakan kemampuan dirinya.

Sudah memperbaiki CV, mencari lowongan setiap hari, dan mengirim lamaran ke berbagai perusahaan, tetapi inbox masih sepi. Kondisi seperti ini sebenarnya perlu dilihat dari perspektif yang lebih luas.

Belum dipanggil interview bukan otomatis berarti gagal. Bisa jadi jumlah peluang yang dicoba memang belum cukup dibandingkan dengan ketatnya persaingan di pasar kerja.

Satu Lowongan Bisa Diperebutkan Ratusan Orang

Ketika sebuah perusahaan membuka satu posisi, jumlah pelamarnya bisa sangat banyak. Dalam beberapa kasus, satu lowongan dapat menerima ratusan lamaran.

Vina Muliana, praktisi HR sekaligus kreator konten karier, pernah memberikan gambaran mengenai kondisi tersebut. Ia menyebut satu lowongan dapat memiliki sekitar 250 pelamar, tetapi hanya sekitar 4-6 orang yang dipanggil interview, sebelum akhirnya satu orang diterima.

Angka tersebut tentu bukan aturan yang berlaku untuk semua perusahaan. Jumlah pelamar dan kandidat yang dipanggil dapat berbeda berdasarkan posisi, perusahaan, industri, dan kebutuhan rekrutmen, tetapi ilustrasi tersebut menunjukkan satu hal: jumlah orang yang melamar sebuah pekerjaan bisa jauh lebih besar daripada jumlah orang yang akhirnya mendapatkan kesempatan interview. Artinya seseorang yang belum dipanggil setelah mengirim beberapa lamaran sebenarnya masih berada dalam persaingan yang sangat panjang.

Puluhan Lamaran untuk Satu Kesempatan Interview

Tidak ada angka universal mengenai berapa lamaran yang dibutuhkan untuk mendapatkan satu interview, tetapi sejumlah benchmark pada 2026 menunjukkan bahwa pelamar melalui portal pekerjaan dapat membutuhkan sekitar 40-an lamaran untuk mendapatkan satu interview.

PitchHired, misalnya memperkirakan sekitar 40-42 lamaran melalui portal pekerjaan untuk satu interview, dengan tingkat konversi sekitar 2-3 persen. Sumber lain yang merangkum berbagai benchmark 2026 juga menempatkan kebutuhan lamaran pada kisaran 40 atau lebih untuk mendapatkan satu interview.

Ada pelamar yang baru mengirim lima lamaran sudah mendapatkan interview. Sebaliknya ada pula yang sudah mengirim puluhan lamaran tetapi belum mendapatkan satu pun panggilan.

Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh pengalaman, kecocokan dengan posisi, kualitas CV, jenis pekerjaan, kanal lamaran, hingga tingkat persaingan pada lowongan yang dituju. Jadi jika baru mengirim 10 atau 20 lamaran dan belum dipanggil, jangan langsung menganggap diri sendiri tidak kompeten.

Rekrutmen Bekerja Seperti Sebuah Corong

Proses rekrutmen pada dasarnya menyaring kandidat secara bertahap. Dibagian awal, bisa terdapat ratusan orang yang melamar, kemudian recruiter melakukan screening berdasarkan kriteria tertentu. Jumlah kandidat semakin berkurang ketika masuk ke tahap tes, interview, dan akhirnya offering.

Misalnya secara sederhana terdapat 250 pelamar untuk satu posisi. Jika hanya 4-6 orang yang mendapatkan kesempatan interview, berarti sebagian besar pelamar memang tidak akan sampai ke tahap tersebut. Bukan berarti seluruh pelamar yang tidak dipanggil memiliki kemampuan yang buruk. Mereka hanya tidak masuk ke kelompok kandidat yang dilanjutkan dalam proses seleksi tersebut. Jangan menjadikan satu lowongan sebagai satu-satunya ukuran kemampuan diri.

Mencari Kerja Memang Bisa Menjadi "Numbers Game"

Konsep numbers game dalam pencarian kerja pada dasarnya menggambarkan bahwa setiap lamaran merupakan satu peluang. Semakin banyak lowongan yang relevan yang dicoba, semakin banyak pula kesempatan untuk masuk ke proses seleksi, tetapi numbers game bukan berarti mengirim CV secara asal ke semua perusahaan.

Data Huntr dari lebih dari 102 ribu aplikasi yang tercatat pada kuartal II 2026 menunjukkan bahwa tingkat interview per aplikasi berbeda-beda berdasarkan kelompok pencari kerja dan kanal lamaran. Huntr mencatat tingkat interview sebesar 8,12 persen pada kelompok yang mengirim 11-20 lamaran, sementara kelompok dengan 100 lamaran atau lebih tercatat 2,86 persen. Huntr menekankan bahwa angka tersebut tidak membuktikan bahwa mengirim lebih sedikit lamaran menyebabkan peluang interview lebih tinggi, karena pencari kerja yang lebih cepat mendapatkan interview juga bisa berhenti menambah lamaran. Temuan tersebut justru menunjukkan bahwa jumlah lamaran saja bukan satu-satunya faktor. Kualitas dan kecocokan lamaran juga tetap penting.

Banyak Lamaran Tetap Harus Disertai Strategi

Mengirim 100 lamaran dengan CV yang sama persis ke berbagai posisi belum tentu lebih efektif daripada mengirim lamaran yang disesuaikan dengan lowongan.

Dalam laporan yang sama, Huntr menemukan bahwa aplikasi yang menggunakan CV yang disesuaikan dengan lowongan memiliki tingkat interview tercatat 5,71 persen, dibandingkan 3,09 persen pada aplikasi tanpa CV yang disesuaikan. Huntr juga memberikan catatan bahwa data tersebut menunjukkan hubungan, bukan membuktikan bahwa penyesuaian CV secara langsung menyebabkan seseorang mendapatkan interview.

Memperbanyak lamaran sebaiknya dilakukan bersamaan dengan memperbaiki cara melamar. Misalnya:

  1. Melamar posisi yang memang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman.

  2. Menyesuaikan CV dengan persyaratan setiap posisi.

  3. Menonjolkan pengalaman yang paling relevan.

  4. Menggunakan kata kunci yang memang sesuai dengan deskripsi pekerjaan.

  5. Tidak hanya mengandalkan satu platform pencarian kerja.

  6. Tetap mencari lowongan baru sambil menunggu proses dari perusahaan lain.

Dengan cara tersebut, numbers game memperbanyak peluang yang memang relevan sambil meningkatkan kualitas setiap lamaran.

Jangan Menunggu Satu Perusahaan Saja

Salah satu hal yang dapat membuat proses mencari kerja terasa semakin lama adalah terlalu berfokus pada satu lamaran. Setelah mengirim CV, pelamar menunggu perusahaan tersebut menghubungi. Selama menunggu, tidak ada lamaran lain yang dikirim karena berharap posisi tersebut akan menjadi pekerjaan berikutnya.

Belum ada jaminan bahwa satu lamaran akan berujung pada interview, dan interview sendiri belum tentu berujung pada penerimaan. Selama belum mendapatkan offering, pencari kerja dapat tetap membuka peluang lain.

Hari ini melamar posisi A, besok posisi B, kemudian mencari posisi C yang juga sesuai. Jika salah satu perusahaan akhirnya menghubungi, proses lainnya tetap bisa berjalan sesuai tahap masing-masing.

Belum Dipanggil Bukan Berarti Gagal

Jika satu lowongan mendapatkan ratusan pelamar dan hanya beberapa kandidat yang dipanggil interview, sangat mungkin seseorang harus mencoba berkali-kali sebelum mendapatkan kesempatan tersebut. Jadi ketika sudah mengirim 10, 20, atau bahkan 30 lamaran tetapi belum dipanggil, jangan langsung menyimpulkan bahwa diri sendiri gagal.

Evaluasi tetap perlu dilakukan, terutama jika sudah mengirim banyak lamaran tanpa respons. Periksa kembali CV, kecocokan posisi, cara menulis pengalaman, serta strategi dalam memilih lowongan.

Disisi lain, jangan berhenti hanya karena satu atau beberapa lamaran tidak berhasil. Satu lamaran hanyalah satu peluang. Selama belum mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, tetap buka peluang lain yang relevan. Sebab dalam proses rekrutmen, kita tidak pernah tau lamaran ke-5, ke-25, atau ke-50 yang akhirnya membawa kita ke tahap interview.