Umberto Eco dan Semantik

Shilvi Amelya
Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga
Konten dari Pengguna
7 Desember 2020 15:20 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Shilvi Amelya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Foto Filosofer Umberto Eco. Sumber: https://www.elevatorimagazine.com/en/umberto-eco-and-the-lift-tribute-to-a-great/
Umberto Eco merupakan seorang filosofer, medievalis, ahli semiontik, pengkritik budaya dan sosial, politisi, serta penulis novel dari Italia. Ia lahir pada 5 Januari 1932 dan meninggal pada 19 Februari 2016. Pemikiran Umberto Eco yang paling dikenal ada pada ilmu semantik. Semantik berasal dari bahasa Yunani yang didasari dari kata benda ‘sema’ yang artinya ‘tanda’, atau juga bisa datang dari kata kerja ‘semantio’ yang artinya menandai. Semantik adalah sebuah cabang linguistik yang memelajari makna suatu bahasa, kode, maupun interpretasi lain melalui unit – unit kultural, yaitu tanda, objek, dan interpretan yang saling berkaitan satu sama lainnya.
ADVERTISEMENT
Latar Belakang Tokoh
Umberto Eco lahir pada 5 Januari 1932 di Alessandria, sebuah kota di Piedmont, Italia. Dia adalah salah seorang anak dari tiga belas bersaudara dari pasangan Giulio (ayah) dan Giovanna (ibu). Umberto Eco masuk ke Universitas Turin (UNITO) dan mendapatkan gelar Laurea dalam filosofi pada tahun 1954. Pada September 1962, Umberto Eco menikah dengan Renate Ramge, seorang desainer grafis asal Jerman dan dikaruniai dua orang anak. Umberto Eco kala itu adalah seorang profesor emeritus di Universitas Bologna ketika ia meninggal pada 19 September 2016 di Milan karena kanker pankreas yang telah diderita selama dua tahun.
Pemikiran Umberto Eco
Umberto Eco memiliki teori semantik yang membahas tentang semantik dalam filosofi bahasa. Teori semantik Eco didasari dengan teori oleh Saussure, namun tidak terstruktur dengan tipologi tanda, melainkan terstruktur dengan klasifikasi cara produksi tanda. Teori semantik Eco berisikan hubungan antara semantik teori dengan persepsi filosofis, pengetahuan, dan interpretasi.
ADVERTISEMENT
Umberto Eco berkeinginan untuk mengetahui kemungkinan teoritikal dan fungsi sosial dari fenomena signifikasi (penandaan) dan komunikasi. Tujuan dari hal ini adalah untuk membangun teori yang bisa digunakan untuk menjelaskan fungsi semantik yang bergantung pada kode atau kombinasinya tiap kali ada fenomena umum akan signifikasi dan komunikasi. Teori semantik Eco meninjau fenomena dari sudut pandang ilmu pengetahuan, namun bisa ditambahkan ke dalam tiap fenomena komunikasi dan penandaan yang ada.
Teori semantik yang dihasilkan oleh Umberto Eco berasal dari revisi serta formalisasi dari studinya tentang semantik sebelumnya. Teori semantiknya mencangkup fenomena semantik serta fenomena kultural.
Teori produksi tanda oleh Eco mencangkup berbagai macam fenomena semantik. Teori produksi tanda yang dikembangkan ini mencangkup banyak tanda dan memasukkan banyak fenomena kultural sebagai sistem tanda yang membentuk kode, sehingga cangkupan teorinya lebih luas dari teori produksi tanda dari ahli lainnya.
ADVERTISEMENT
Teori kode oleh Eco menggunakan teori dari Louis Hjelmslev, dimana teori semantiknya berdasarkan logika yang dianggap berada dalam tiap bahasa. Eco menambahkan konteks teoritikal yang berbeda serta artikulasi dengan level yang juga berbeda. Sedangkan dalam teori kode, Eco mencoba untuk menyesuaikan tiap kode sehingga valid satu sama lainnya dengan fungsi semantik.
Kedua teori ini saling berintegrasi dan menjadikan teori semantik Umberto Eco sebagai teori semantik kompleks. Teori semantik kompleks ini kemudian memberi pandangan bahwa semantik adalah disiplin ilmu yang menjadi sumber filosofis dan kesatuan epistemologi akan proyek teoritis Eco.
Semantik juga digunakan dalam unit kultural. Oleh Eco, setiap entitas kultural merupakan tanda semantik. Tetapi tanda – tanda tersebut tidak boleh dipelajari secara abstrak karena bagi Eco pendekatan semantik pada dasarnya berada di bawah prinsip ketidakpastian.
ADVERTISEMENT
Dalam konteks pendekatan semantik pada budaya, Eco menyebutkan bahwa kode dapat dikatakan sebagai pembentuk aturan yang membangun tanda sebagai peristiwa konkret dalam hubungan komunikatif. Berdasarkan entitas abstrak, interpretan merupakan satu unit kultural yang kemudian mencangkup unit kultural lain dikarenakan budaya secara berkelanjutan mengartikan suatu tanda menjadi tanda yang lain.
Beberapa asumsi metodologi yang dikemukakan Eco: Makna adalah unit kultural; Unit – unit ini bisa diisolasi karena interpretasi berdasarkan budaya yang ada; Studi tentang tanda dalam suatu budaya dapat digunakan untuk menjelaskan hakikat dari interpretan dengan melihat melalui sistem poisi dan oposisi; Bidang semantik dapat digunakan untuk menjelaskan oposisi yang signifikan.
Karya – karya yang telah dihasilkan
Semasa hidupnya, Umberto Eco banyak menulis buku akademik tentang semantik serta essay. Bahkan Umberto Eco juga menulis banyak novel serta buku untuk anak – anak. Beberapa judul buku yang telah dikenal: The Name of the Rose yang merupakan sebuah novel fiksi tentang investigasi pembunuhan misterius; Foucault’s Pendulum, yang juga merupakan sebuah novel fiksi, tentang tiga orang karyawan yang terancam bahaya karena teori konspirasi buatan mereka sendiri; Numero Zero yang berisi tentang kritik akan jurnalisme modern; Kant and the Platypus, sebuah buku akademik tentang bagaimana kata dan bahasa bekerja; dan How to Travel with a Salmon yang berisi koleksi essay – essay humor.
ADVERTISEMENT
Meskipun Umberto Eco tidak lagi berada di antara kita, namun teori – teorinya akan tetap berguna dan membantu akademisi lainnya untuk mengetahui lebih banyak tentang ilmu semantik yang sangat dibutuhkan dalam ranah linguistik atau kajian bahasa. Selain itu, karya – karya literaturnya juga dapat menambah minat membaca karya tulis, bukan hanya milik Umberto Eco, namun juga karya tulis lainnya.
Referensi
Jakobson, R. Language in Society, Vol. 6, No. 1. Cambridge University Press. 1977, pp. 78 – 82.
Stancati, C. Umberto Eco: The Philosopher of Signs. Books & Ideas. 2017.