Konten dari Pengguna

Mengatasi Anak yang Super Aktif

Lucy Lidiawati Santioso

Lucy Lidiawati Santioso

Nama Saya Lucy Lidiawati Santioso, S.Psi., M.H., Psikolog, tapi bisa juga dipanggil dengan sebutan Bunda Lucy. Saya adalah seorang Psikolog Anak dan Remaja, dan juga sebagai Dosen Psikologi di Universitas Insan Cipta Indonesia.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lucy Lidiawati Santioso tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak bermain // Sumber: https://www.pexels.com/photo/photo-of-children-playing-with-dry-leaves-1582736/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bermain // Sumber: https://www.pexels.com/photo/photo-of-children-playing-with-dry-leaves-1582736/

Anak - anak, terutama balita dan anak usia dini, sering memiliki energi yang seperti tidak ada habisnya. Mereka bisa berlari, melompat, dan bermain sepanjang hari tanpa terlihat lelah. Sebagai orang tua, hal ini bisa menjadi tantangan, terutama jika si kecil tetap aktif saat sudah waktunya tidur atau sulit untuk fokus. Nah, bagaimana cara mengelola energi berlebih pada anak agar mereka tetap sehat, bahagia, dan bisa beristirahat dengan baik? Yuk, simak tips dan triknya!

1. Berikan Aktivitas Fisik yang Terarah

Anak-anak memang perlu bergerak, tetapi aktivitas mereka harus diarahkan agar energinya tersalurkan dengan baik. Cobalah beberapa kegiatan berikut:

  • Bermain di luar rumah, seperti bersepeda, berlari, atau bermain bola.

  • Melakukan permainan yang melibatkan gerakan, seperti petak umpet atau lompat tali.

  • Mengajak anak membantu pekerjaan rumah sederhana, seperti menyapu atau merapikan mainan.

Dengan aktivitas fisik yang cukup, anak akan lebih tenang dan tidak terlalu gelisah saat waktu istirahat tiba.

2. Batasi Screen Time

Gadget seperti televisi, tablet, atau ponsel bisa membuat anak terlalu bersemangat, terutama jika mereka sering menonton konten yang merangsang otak, seperti video dengan warna cerah atau suara yang keras. Batasi waktu layar anak dan ganti dengan aktivitas lain yang lebih bermanfaat, seperti membaca buku atau menggambar.

3. Ajak Anak Melakukan Aktivitas yang Menenangkan

Setelah bermain aktif, anak juga perlu waktu untuk menenangkan diri. Beberapa kegiatan yang bisa membantu menurunkan energinya adalah:

  • Membaca buku bersama.

  • Mendengarkan musik yang lembut.

  • Melakukan latihan pernapasan sederhana.

  • Bermain dengan mainan yang tenang, seperti puzzle atau balok kayu.

4. Atur Pola Makan yang Sehat

Makanan yang dikonsumsi anak juga berpengaruh pada tingkat energinya. Hindari memberikan makanan tinggi gula atau kafein (seperti cokelat atau minuman bersoda) karena bisa membuat anak semakin aktif dan sulit tenang. Pilih makanan sehat seperti buah, sayur, dan protein yang membantu menjaga keseimbangan energinya.

5. Tetapkan Rutinitas Tidur yang Teratur

Kurang tidur bisa membuat anak semakin gelisah dan sulit diatur. Pastikan anak memiliki rutinitas tidur yang konsisten setiap hari. Beberapa hal yang bisa membantu:

  • Buat suasana kamar tidur nyaman dan tenang.

  • Hindari aktivitas yang terlalu merangsang sebelum tidur.

  • Bacakan cerita atau nyanyikan lagu pengantar tidur.

6. Berikan Ruang untuk Ekspresi Emosi

Terkadang, anak yang terlalu aktif sebenarnya sedang mencari cara untuk mengekspresikan emosinya. Ajak anak berbicara tentang perasaannya dan bantu mereka mengenali emosi yang mereka rasakan. Jika anak mulai gelisah atau berlarian tanpa arah, cobalah tanyakan, "Kamu sedang merasa senang atau ada yang mengganggu?" Ini bisa membantu anak lebih sadar terhadap emosinya sendiri.

7. Beri Waktu Bermain yang Seimbang

Anak-anak membutuhkan keseimbangan antara bermain bebas dan aktivitas terstruktur. Jangan hanya mengarahkan anak untuk bermain dengan aturan yang ketat, tetapi juga biarkan mereka mengeksplorasi lingkungan dan bermain sesuai imajinasi mereka. Namun, tetap pastikan ada batasan waktu agar anak tidak terlalu lelah.