Konten dari Pengguna

Menilai Estetika Ragam Aliran Seni

Sovinah Junnajah

Sovinah Junnajah

Mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Sastra Indonesia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sovinah Junnajah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Menilai Seni. Sumber: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Menilai Seni. Sumber: Pexels.com

Estetika menjadi ruh dan tujuan dibuatnya sebuah seni. Terlepas dari apapun bentuk seni yang dihasilkan, mulai dari seni puisi, seni rupa, seni lukis, dll. setiap seni memiliki beragam aliran tersendiri, sehingga sebuah seni memiliki nilai estetis yang berbeda-beda pula.

Berbagai aliran dalam seni lukis khususnya, diantaranya terdapat aliran Romantisme, Naturalisme, Realisme, dan lainnya. Jadi dari beberapa aliran tersebut, masing-masingnya saling memusatkan pada ranah atau genrenya tersendiri. Misalnya pada aliran Romantisme, yang menggambarkan suatu kenyataan yang ada dengan kesan dramatis dan imajinatif. Aliran Naturalisme, menggambarkan alam dengan akurat dan mendetail. Aliran Realisme, yang menggambarkan suatu peristiwa, model tertentu, atau suasana dengan keadaan sehari-hari, tanpa adanya drama atau dipilih kondisi yang paling indah saja, jadi tidak sekedar gambar tapi tema atau peristiwa yang realistis.

Ilustrasi Keberagaman Seni Lukis. Sumber: Pexels.com

Dari berbagai aliran seni lukis ini, bisa dilihat masing-masingnya saling memiliki pusat estetisnya. Romantisme dengan dramatisir yang imajinatif, Naturalisme dengan suasana alam, Realisme dengan suatu hal yang lebih nyata, dan lainnya. Hal ini membuat nilai estetika tiap seni lukis tersebut bersifat subjektif.

Objektifitas penilaian seni atas dasar keberagaman aliran tersebut melahirkan penilaian yang subjektif. Sehingga membuat setiap bentuk karya seni, baik lukis ataupun lainnya memiliki nilai estetik yang subjektif. Sehingga tiap seni tidak bisa diperbandingkan satu sama lain.