Konten dari Pengguna

Melihat Isu "Fatherless" Lewat Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah

Stephanie Alieta
Mahasiswi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS)
18 November 2025 14:00 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Melihat Isu "Fatherless" Lewat Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah
Film 'Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah' Film tersebut dibintangi oleh Amanda Rawles, Sha Ine Febriyanti, Bucek Depp, Eva Celia, Nayla Purnama dan Indian Akbar. Disutrada
Stephanie Alieta
Tulisan dari Stephanie Alieta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Ilustrasi Film Bioskop. Sumber : Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Film Bioskop. Sumber : Pexels
ADVERTISEMENT

Film yang Mengusung Isu Fatherless, Relevan dengan Isu Sosial di Keluarga Indonesia?

Beberapa hari lalu, kita merayakan hari Ayah tepatnya tanggal 12 November. Namun di tengah hangatnya hubungan anak dengan ayah, sebagian anak mungkin merasa hampa di tengah hangatnya hubungan yang membahagiakan itu. Seperti yang diusung dalam Film ini. Teman-teman pasti tahu kan Film 'Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah'? Film tersebut dibintangi oleh Amanda Rawles, Sha Ine Febriyanti, Bucek Depp, Eva Celia, Nayla Purnama dan Indian Akbar. Disutradarai dan digarap oleh Kuntz Agus, dan diproduksi oleh Rapi Film, film ini mengangkat tema tentang drama keluarga, dan sempat tayang di layar lebar pada September 2025 lalu.
Film ini sempat ramai di media sosial beberapa waktu lalu, konon, film ini mengangkat isu sosial fatherless yang banyak terjadi pada keluarga di Indonesia, namun belum mendapat perhatian penuh di masyarakat. Isu sosial fatherless sendiri adalah kondisi dimana anak tidak mendapatkan peran dari seorang ayah, entah itu peran emosional maupun fisik, isu ini dirasa semakin marak di Indonesia. Kehadiran film ini mencuri perhatian masyarakat, banyak yang berkomentar di sosial media, bahwa sebagian besar anak di Indonesia pasti akan merasa relate dan relevan dengan film ini. Kok bisa?
ADVERTISEMENT

Alur Singkat Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah

Dalam film ini menceritakan Alin (Amanda Rawles) yang sedang menjalani studi sebagai mahasiswi Kedokteran yang terancam kehilangan beasiswa, karena itulah ia harus kembali tinggal di rumah orangtuanya, karena keadaan ekonomi keluarganya yang tidak memungkinkan Alin untuk merantau, yang akan menjadi awal dari konflik permasalahan di film ini.
Diceritakan dalam film, Wulan (Sha Ine Febriyanti) ibu dari Alin yang bekerja keras dengan berjualan dan melakukan pekerjaan rumah untuk menghidupi anak-anaknya. Sementara Tio (Bucek Depp) memerankan sebagai ayah Alin yang bekerja dengan malas, dan tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarganya baik secara emosional dan fisik, pengorbanan Wulan yang menggantikan peran ayahnya, banting tulang untuk mendapat penghidupan yang layak, justru memberikan luka dan trauma untuk anak-anaknya.
ADVERTISEMENT
Kepulangan Alin inilah yang membuatnya tahu kondisi keluarganya saat ia merantau. Ayahnya yang jarang pulang, dan adanya rahasia ibunya yang tidak ia ketahui. Alin menemukan buku harian Wulan sang ibu, dan menyadari bahwa sosok yang diceritakan ibunya dalam buku harian bukanlah Tio, ayahnya. Inilah yang membuat Alin terus bertanya dalam dirinya "Ibu kenapa mau menikah sama ayah?"

Mengusung Isu Fatherless, Slice of Life yang Relevan dengan Kehidupan

Bagi saya, film ini memiliki beberapa kelebihan. Jalan cerita film ini terdapat flashback dengan alur maju-mundur. Dalam buku harian Wulan, banyak diceritakan impian terpendam Wulan saat masih gadis, ia adalah seorang yang pintar dan memiliki banyak mimpi yang terpendam. Kisah ini banyak relevan dengan kehidupan anak yang memiliki banyak mimpi, namun harus terkubur karena keadaan dan kondisi orangtuanya, yang malah pada akhirnya pengorbanan dan pilihan hidupnya membuat ia harus jatuh dalam luka, dan terpaksa menerima takdir yang ia pilih.
ADVERTISEMENT
Bagi anak-anak yang memiliki isu fatherless dalam keluarga akan merasa sangat relevan ketika dalam film ini berhasil menceritakan sebegitu bencinya anak kepada sang ayah yang tidak memiliki peran ekonomi yang baik, tempramen, suka main judi, dan memiliki banyak hutang. Berkali-kali film ini berhasil membawa emosional penonton ikut masuk dalam dunia film ini terlebih saat digambarkan perjuangan sang ibu bekerja banting tulang untuk kehidupan anak-anaknya, dengan peran ayah yang sama sekali tidak ada di dalamnya. Film ini berhasil mengobrak-abrik emosional penonton untuk ikut luruh di dalamnya.
Kelebihan lainnya, adalah akting para aktornya yang berhasil membawakan peran dengan sangat baik, sehingga segala pesan, emosi, dan watak dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton, berhasil memengaruhi emosi dan perspektif para penonton, penonton diajak untuk refleksi mengenai kehidupan keluarganya, melihat pengorbanan dan perjuangan orangtuanya untuk menerima takdir.
ADVERTISEMENT
Namun, bagi saya film ini masih terdapat beberapa kekurangan, film ini memiliki banyak sekali konflik kecil yang diceritakan detail sehingga terkesan sebagai sub-plot cerita, seperti drama sandal yang rusak, highlight adegan ibu yang kelelahan menaiki sepeda dan lain sebagainya. Ini membuat jalan ceritanya terkesan lama, energi serta emosional penonton cukup terkuras banyak. Selain itu, perspektif dan POV dari Tio sebagai ayah juga kurang digali, sehingga terkesan nanggung, adanya ketidakseimbangan antara tokoh ibu dan ayah, membuat para penonton semakin membenci tokoh Tio sebagai ayah.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, film dengan drama keluarga ini berhasil menguasai emosional para penonton. Kita diajak untuk berefleksi bahwa, realita kehidupan dalam keluarga tidak selamanya baik-baik saja. Kita diajak untuk melihat perjuangan orangtua yang selalu mengusahakan apapun untuk anak-anaknya, menerima takdir dengan tangguh dan kuat untuk melihat anaknya berhasil, walaupun tanpa peran suami sekalipun. Sebagai anak, kita juga diajak untuk bisa mengerti dan memahami keadaan dan kondisi orangtua, melihat perjuangan dan mengerti sesulit apapun keadaan, jangan pernah menyalahkan orangtua atas segala keadaan yang kita alami sekarang, karena sebelumnya mereka sama seperti kita yang memiliki mimpi untuk kehidupan yang lebih baik. Untuk kalian, yang menjadi salah satu bagian dari keluarga dengan isu fatherless, film ini mengajak untuk berdamai dengan keadaan, kehilangan figur ayah bukan akhir dari segalanya, terus berjuanglah sampai anak-anak kalian tidak ikut merasakan apa yang kalian rasakan saat ini.
ADVERTISEMENT
Di tengah perayaan hari ayah ini, kita bisa melihat dan mengerti melalui film ini bahwa tidak semua anak di Indonesia mendapatkan peran ayah yang baik di keluarga mereka. Film ini bisa menjadi pilihan tontonan jika kalian suka dengan film alur cerita yang berat, penuh pesan, namun dekat dengan realita fatherless seperti yang dialami banyak keluarga di Indonesia, ini menjadi pilihan yang pas untuk kalian.
Selamat hari ayah untuk seluruh ayah yang hebat di Indonesia ini.