Konten dari Pengguna

Kita Tidak Pernah Berhenti Menjadi Penonton di Belakang Kursi Warnet

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Steven Christian Abraham tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seseorang menonton tayangan YouTube melalui laptop, menggambarkan kebiasaan menikmati konten digital dan siaran langsung di era internet. Sumber: Swello/Unsplash. Tautan: https://unsplash.com/id/foto/orang-yang-menonton-saluran-youtube-di-laptop-IWCxjeBc5mo
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang menonton tayangan YouTube melalui laptop, menggambarkan kebiasaan menikmati konten digital dan siaran langsung di era internet. Sumber: Swello/Unsplash. Tautan: https://unsplash.com/id/foto/orang-yang-menonton-saluran-youtube-di-laptop-IWCxjeBc5mo

Menonton orang lain bermain gim ternyata bukan kebiasaan baru. Yang berubah hanyalah tempatnya. Dulu, beberapa tahun lalu, kebiasaan ini biasa terlihat di warung internet (warnet): satu orang bermain, sementara teman-temannya duduk di sebelah atau berdiri di belakang sambil memperhatikan layar, ikut berkomentar, atau menunggu giliran. Sekarang, pemandangan itu berpindah ke internet melalui siaran langsung di berbagai layanan video. Penonton tidak harus memiliki akun atau memainkan gimnya sendiri, dan pemainnya pun tidak harus teman sendiri. Mereka bisa berasal dari kota lain, bahkan negara lain. Penonton dapat menyaksikan permainan dari rumah sambil membaca komentar dan ikut berinteraksi selama permainan berlangsung. Alasannya sederhana: terkadang, melihat orang lain bermain saja sudah cukup menghibur.

Lalu, apa yang membuat orang betah menonton orang lain bermain? Salah satunya mungkin karena yang ditonton bukan hanya permainannya, melainkan juga manusia di balik layar. Ketika pemain tiba-tiba kaget, gagal menyelesaikan sebuah tahap, menemukan sesuatu yang tidak terduga, atau justru berhasil setelah mencoba berkali-kali, penonton dapat melihat reaksinya secara langsung. Kolom komentar membuat pengalaman tersebut semakin ramai karena penonton tidak hanya menerima video yang sudah selesai dibuat, tetapi juga ikut menyaksikan sesuatu yang sedang terjadi.

Selain itu, ada alasan yang lebih praktis. Sebagian orang belum membeli gimnya, perangkat yang dimiliki tidak mendukung, atau mereka masih ingin melihat cara bermainnya terlebih dahulu. Oleh karena itu, siaran langsung dan video permainan menjadi cara untuk mengetahui seperti apa pengalaman bermain gim tersebut. Dari sini, aktivitas menonton juga dapat menghasilkan aktivitas lain. Satu siaran langsung dapat dipotong menjadi beberapa video klip, kemudian dibagikan kembali ke TikTok, YouTube Shorts, atau media sosial lainnya. Dengan demikian, orang yang tidak sempat menonton siaran secara penuh tetap dapat menemukan momen tertentu. Bagi sebagian pembuat konten, membuat video klip bahkan berkembang menjadi bagian dari pekerjaan dalam ekosistem konten digital.

Pada akhirnya, dari warnet hingga siaran langsung, yang berubah hanyalah mediumnya. Siaran langsung, obrolan, video klip, dan komunitas membuat penonton dapat ikut berada dalam percakapan, bukan sekadar melihat. Mungkin itulah yang membuat kita betah: bukan semata-mata karena ingin melihat sebuah gim dimainkan, tetapi karena kita juga tertarik melihat bagaimana orang lain mengalaminya. Dulu, kita melihat teman bermain dari kursi sebelah. Sekarang, kita dapat melihatnya dari mana saja.