Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
204 Tahun Lalu, Terjadi Letusan Terdahsyat Gunung Mayon
1 Februari 2018 16:05 WIB
Diperbarui 6 Agustus 2020 13:19 WIB
Tulisan dari Sudah Tahu Belum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Warga lokal menyebutnya Bulkang Magayon, memiliki arti “perempuan cantik”. Gunung ini merupakan gunung api paling aktif di Filipina, terletak di antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Filipina. Bentuknya kerucut simetris. Oleh karena itu, secara ilmiah, Gunung Mayon bisa dikatakan terbangun dengan sempurna.
ADVERTISEMENT
Bentuk kerucut yang khas dari gunung ini terbentuk dari lava dan abu vulkanik yang mengeras. Lava yang terkandung dalam Gunung Mayon dikelompokkan sebagai asam. Oleh karena itu, Gunung Mayon disebut juga sebagai “stratovolcano”, atau gunung api komposit.
Pada Senin, 22 Januari 2018 lalu, Gunung Mayon meletus setelah diprediksi satu pekan sebelumnya. Lahar, abu, dan asap panas terlontar ke udara disertai letupan yang sangat keras. Sebelum meletus, 12.000 warga Filipina telah diungsikan.
Dalam 500 tahun terakhir, Mayon dilaporkan telah 50 kali meletus. Letusan pertama tercatat pada tahun 1616, terbaru tahun 2018 ini. Namun sejarah mencatat bahwa letusan terparah terjadi pada 1 Februari 1814, tepat 204 tahun silam. Gunung Mayon yang menjulang di atas Teluk Albay memakan korban jiwa sebanyak 1.200 orang dan menenggelamkan kota Cagsawa tanpa sisa.
ADVERTISEMENT