Konten dari Pengguna

75 Tahun Lalu, Gunung Paricutin Terbentuk di Meksiko

Sudah Tahu Belum

Sudah Tahu Belum

Setiap hari banyak tahu.

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sudah Tahu Belum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gunung Paricutin (Foto: Wikimedia.Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Paricutin (Foto: Wikimedia.Commons)

Pernahkah kamu menyaksikan fenomena alam terbentuknya gunung merapi? Mungkin jika benar terjadi, hal tersebut akan menjadi berita yang sangat menghebohkan, dan dapat dipastikan, orang-orang di seluruh pelosok negeri akan berbondong-bondong untuk mengabadikan momen tersebut.

Ternyata, hal ini pernah terjadi di daerah Michoacan, Meksiko. Pada 1943, selama beberapa pekan terakhir, diperkirakan terjadi pada akhir Januari, warga Desa Paricutin dihebohkan dengan suara gemuruh aneh, menggelegar seperti suara guntur, meski pada saat itu cuaca sedang cerah-cerahnya.

Suara aneh tersebut ternyata diakibatkan oleh aktivitas yang terjadi di bawah tanah, akibat rambatan energi yang disebabkan gangguan di dalam kerak bumi (gelombang seismik). Hingga pada 20 Februari para petani setempat menyaksikan terbukanya retakan vulkanis di tengah-tengah ladang jagung milik warga. Menurut kesaksian penduduk setempat, kala itu warga sempat menutup retakan tersebut dengan batu dan tanah sebelum letusan kecil disertai getaran yang cukup kuat melanda wilayah tersebut.

Alih-alih memperbaiki keadaan, 24 jam kemudian retakan tersebut justru berubah menjadi gundukan tanah dengan ketinggian 50 meter. Seminggu kemudian, ketinggian gundukan tanah tersebut bertambah menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. Sebulan kemudian aktivitas gunung merapi semakin meningkat, gunung tersebut mulai menyemburkan asap vulkanik beberapa kilometer ke udara, dan mulai merambah ke desa Paricutin dan San juan. Pada 12 Juni lava dari muntahan gunung Paricutin mulai mengalir memasuki desa. Pada bulan Agustus, warga desa Pacutin dan San Juan mulai meninggalkan wilayahnya, kedua desa tersebut akhirnya terkubur oleh lava dan debu.

Pada tahun pertama, gunung tersebut terus tumbuh dan berada dalam fase piroklastik eksplosif. Setahun kemudian ketinggian gunung telah mencapai 336 meter. Selama delapan tahun ke depan, masih terjadi letusan, meski sebagian besar berupa erupsi kecil lava yang merusak kawasan seluas 25 kilometer persegi. Aktivitas gunung berapi tersebut mulai mereda setelah 6 bulan letusan terakhir.

Pada 1952, aktivitas gunung Paricutin mulai berhenti, dan ketinggian gunung mencapai 424 meter. Seperti umumnya cinder cone, Paricutín adalah gunung berapi monogenetik, yang berarti tidak akan meletus lagi.