Cerita Umroh (4): Sholat di Masjid Quba

Pegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Sugeng Winarno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jadwal rombongan Mitra Umroh pagi itu adalah city tour.
Salah satu tempat yang akan dikunjungi adalah Masjid Quba.
“Bapak ibu great umrah Mitra Sejahtera, besuk 11 Agustus pukul 06.00 sarapan dan pukul 06.40 berkumpul di lobby. Kita berangkat ziarah seputar Madinah,” tulis ustad Hilman di WAG umroh 9 Agustus.
Kami berangkat dengan tujuan pertama Masjid Quba.
Sepanjang perjalanan ustad Hilman menjelaskan beberapa tempat penting yang kebetulan dilewati rombongan bus kami.
Saya telah membaca tentang Masjid Quba sebelumnya, namun mengunjungi langsung ke Masjid yang dibangun oleh Rosulullah ini memang baru pertama kali.
Masjid Quba terletak sekitar empat kilometer dari Masjid Nabawi, Madinah. Masjid ini dipercaya sebagai masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Di masjid ini juga pertama kalinya dilaksanakan salat berjamaah secara terang-terangan.
Dari dalam bus terlihat masjid yang cukup besar dengan area parkir yang sangat luas.
Banyak bus yang membawa jamaah umroh berderet parkir, termasuk bus rombongan Mitra Umroh.
Setelah bus benar-benar berhenti di parkiran, kami turun bus dengan dipandu TL, Mbak Hesti dan Mbak Ica, serta muthowif ustad Hilman.
“Kita ambil foto dan video dulu,” ungkap Mbah Hesti sambil mencari posisi pengambilan gambar berlatar Masjid Quba.
Setelah ambil foto dan video, rombongan Bapak-Bapak mengambil wudhu yang didampingi ustad Hilman, sementara ibu-ibu dipandu oleh Mbak Hesti dan Mbak Ica.
Kami semua mengagumi Masjid Quba yang menurut penjelasan ustad Hilman, masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rosulullah. Rosulullah ikut langsung dalam pembangunan masjid ini.
Sejarah Masjid Quba dibangun pada 8 Rabiul Awwal atau 23 September 622 Masehi. Masjid ini berdiri di atas kebun kurma seluas 1.200 meter persegi. Kemudian, masjid direnovasi sehingga luasnya mencapai 5.860 meter persegi sehingga dapat menampung lebih 60 ribu jamaah.
Dalam proses pembangunan Masjid Quba, Nabi Muhammad ikut terlibat sendiri membawa bahan-bahan bangunan. Bahkan, badan Rosulullah dipenuhi debu dan pasir.
“Siapa yang sholat di masjid Quba, maka pahalanya seperti orang yang berumroh,” demikian penjelasan ustad Hilman yang menjadikan kami semua semakin bersemangat untuk bisa sholat di masjid pertama yang dibangun Nabi ini.
Rasulullah bersabda: "Barangsiapa berwudhu di rumahnya lalu datang ke Masjid Quba kemudian sholat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah."
Masjid Quba juga disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai masjid yang dibangun atas dasar takwa dan orang-orang yang berada di dalamnya adalah orang-orang yang selalu membersihkan diri, sebagaimana dalam Surat At-Taubah ayat 107 sampai 110.
Setelah mengambil air wudhu, saya, Pak Hendrat, Mas Shocheh, Pak Sugito, Mas Dhimas, Pak RT, dan Pak Drajat segera menuju pintu masuk masjid.
Kami memasuki masjid dengan sebelumnya melepas alas kaki dan meletakkannya di rak tempat sandal dan sepatu. Kami sholat sendiri-sendiri. Kami sholat dan berdo’a di masjid yang pagi itu penuh dengan jamaah itu.
Setelah sholat dan berdo’a, kami memandangi bangunan masjid. Arsitektur masjid sangat menarik. Terdapat rak berisi Al Quran di samping kanan kiri tempat imam.
Masjid ini memiliki 54 kubah kecil, lima kubah berukuran sedang, dan satu kubah besar tepat di atas area mihrab. Bangunan masjid memiliki empat menara, masing-masing satu di setiap sudut. Awalnya hanya ada satu menara, renovasi terakhir menambahkan tiga menara lainnya. Dasarnya persegi, memiliki poros segi delapan dan berbentuk lingkaran di puncaknya.
Merujuk sejumlah sumber, Masjid Quba memiliki dua area sholat utama, satu di selatan dan satu lagi di utara yang dihubungkan oleh dua barisan tiang beratap di sisi timur dan barat mengelilingi ruang tengah, yang ditutup dengan kain.
Ruang sholat di bagian selatan dihiasi enam kubah yang lebih besar di atasnya, ruang salat di bagian utara dihiasi 32 kubah yang lebih kecil, dan barisan tiang di atasnya dilengkapi dengan kubah yang lebih kecil.
Terdapat 7 pintu masuk utama dan 12 pintu masuk tambahan di Masjid Quba, fasilitas toilet sebanyak 64 unit untuk pria dan 32 toilet untuk wanita.
Seusai sholat dan berdo’a, rombongan sempat berfoto di dalam areal masjid.
Dalam perjalanan menuju tempat parkir bus, banyak pedagang menawarkan sejumlah barang dagangan. Kurma, kopiah, sajadah, hijab, dan aneka barang perlengkapan ibadah dijajakan di area menuju tempat parkir bus.
Rombongan kami bergegas menuju bus, karena akan melanjutkan ke tujuan berikutnya yakni kebun kurma.
Kami serombongan merasa senang dan bersyukur karena telah berkesempatan mengunjungi masjid yang bersejarah dan sholat di Masjid yang dibangun oleh Rosulullah tersebut. (*)
(bersambung, ……….)
