Sensasi Terbang Berbeda dengan Drone FPV
Tulisan dari Suisbiyanto P tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Drone FPV (First Person View) merupakan jenis drone yang dilengkapi dengan kamera yang dapat mengirimkan video secara langsung ke kacamata/layar khusus (goggles). Dengan kacamata tersebut, pilot dapat melihat pemandangan seakan-akan berada di dalam drone secara langsung.

Beda drone FPV dengan drone biasa (Aerial)
Drone komersial yang umum digunakan merupakan jenis Aerial. Jenis ini sengaja dirancang untuk memberikan kemudahan terbang, kestabilan maksimal, dan kualitas visual yang tinggi. Berbeda dengan drone FPV yang serba manual, drone aerial dilengkapi dengan banyak teknologi otomatis. Bagi pilot drone, menerbangkan drone FPV menjadi tantangan tersendiri sekaligus memberikan sensasi yang berbeda. Kita akan dibawa merasakan terbang seakan-akan menaiki drone secara langsung. Dengan menggunakan kacamata khusus yang menyerupai perangkat Virtual Reality (VR), kita dapat melihat lingkungan dari sudut pandang drone. Pada layar pilot juga terdapat instrumen indikator terbang dari drone sebagai informasi kondisi drone.
Terbang dengan drone FPV dilakukan dengan mode Acrobatik (manual). Semua sensor penyeimbang pada drone FPV otomatis dinonaktifkan. Drone tidak akan kembali tegak lurus jika stik kendali dilepas. Hal ini memungkinkan pilot melakukan manuver ekstrem seperti terbalik (flip), guling (roll), dan menukik tajam. Sensasi terbang seperti burung dirasakan pilot dengan mengendalikan drone FPV. Dengan manuver yang lebih bebas, video yang dihasilkan oleh drone FPV menjadi lebih menarik.
Hal yang membuat drone FPV menarik dan berbeda dari drone aerial adalah kebebasan untuk merancang drone sendiri. Mulai dari membeli komponen drone secara terpisah mulai dari rangka, motor, kendali terbang, kamera, baling-baling, sensor GPS, sampai antena pemancar, dan penerima. Kemudian setiap komponen kita rakit dan memasukan program ke kendali terbang drone. Pilot drone tidak hanya mempunyai kemampuan menerbangkan drone manual, namun mempunyai pengetahuan tentang elektronika. Inilah yang menjadikan drone FPV mempunyai peminatnya sendiri.

