Konten Media Partner

3 Titik Panas Terdeteksi di Sukabumi, BPBD Sebut Ada Pembukaan Lahan

16 Agustus 2019 13:38 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Peta informasi sebaran titik panas di Jawa Barat. berdasarkan pantauan sensor modis data tanggal 15 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB sampai 16 Agustus 2019 pukul 06.00 WIB. | Sumber Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Peta informasi sebaran titik panas di Jawa Barat. berdasarkan pantauan sensor modis data tanggal 15 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB sampai 16 Agustus 2019 pukul 06.00 WIB. | Sumber Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
SUKABUMIUPDATE.com - Hotspot atau sebaran titik panas kembali terdeteksi di wilayah Kabupaten Sukabumi. BMKG memaparkannya dalam peta informasi sebaran titik panas di Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan pantauan sensor modis per tanggal 15 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB sampai 16 Agustus 2019 pukul 06.00 WIB, ditemukan tiga titik panas di Kabupaten Sukabumi.
Satu titik panas di Kecamatan Simpenan, dengan tingkat kepercayaan 81-100 persen; dan dua titik panas di Kecamatan Waluran, dengan tingkat kepercayaan 71-80 persen. Informasi sebaran titik panas ini juga diunggah ke akun Instagram @bmkg_jatiwangi. Selain di Kabupaten Sukabumi, terdapat satu titik panas di Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, dengan tingkat kepercayaan 51-60 persen.
Anggota Satpol PP sekaligus Tagana Kecamatan Waluran, Bayu Saputra, menyebutkan bahwa di Kecamatan Waluran tidak ada kejadian kebakaran.
"Kami sudah mengecek ke setiap desa, tidak ada kejadian dan tidak menerima laporan adanya kebakaran rumah atau hutan," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Adapun yang terpantau adalah pembukaan lahan pertanian untuk bercocok tanam padi huma. "Itu pun lahannya milik pribadi dan saat pembakaran pun diawasi paling luas setengah hingga satu hektare," ujarnya.
Ditemui terpisah, Koordinator Pusadalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan telah terjadi kebakaran lahan di Blok Cibulagor, Kampung Cipendey, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan.
Api diduga dari pembukaan lahan untuk padi huma dengan membakar rumput atau semak yang kemudian ditinggalkan begitu saja, sehingga api menjalar ke sekitar lahan karena kondisi semak-semak dan rumput kering karena kemarau panjang. Akan tetapi, kejadian kebakaran lahan tersebut terjadi pada Selasa malam (13/8/2019).
Sedangkan untuk dua titik panas di Kecamatan Simpenan seperti yang dirilis BMKG berdasarkan pantauan sensor modis data di atas, belum ada laporan kebakaran lahan hingga berita ini dinaikkan. "Belum ada laporan," ujar Daeng.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, staf Observasi Gempa Bumi dan Tsunami Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Rafid Ahadi, membenarkan adanya sebaran titik panas di Kabupaten Sukabumi yang terdeteksi BMKG. Menurut dia, kemungkinan titik panas karena warga yang membuka lahan dengan cara membakar lahan.
"Iya jadi ada titik spot terpantau dari sensor bisa berupa pembukaan lahan atau spot panas lainnya," kata Rafdi.
Ilutrasi Kebakaran Hutan. Foto: FB Anggoro/Antara