News
·
23 Mei 2020 11:44

H-1 Lebaran, Warga Berdesakan di Pasar Palabuhanratu, Sukabumi, Abaikan PSBB

Konten ini diproduksi oleh Sukabumi Update
H-1 Lebaran, Warga Berdesakan di Pasar Palabuhanratu, Sukabumi, Abaikan PSBB (36355)
H-1 menjelang hari raya Idul Fitri, warga nampak memadati pasar-pasar tradisional di Kabupaten Sukabumi, diantaranya Pasar Semi Modern Palabuhanratu yang disesaki pembeli sejak Sabtu (23/5/2020) pagi. | Sumber Foto:Nandi
SUKABUMIUPDATE.com - H-1 lebaran, warga nampak memadati pasar-pasar tradisional di Kabupaten Sukabumi, di antaranya Pasar Semi Modern Palabuhanratu yang disesaki pembeli sejak Sabtu (23/5/2020) pagi.
ADVERTISEMENT
Ketika berada di dalam pasar, warga mengabaikan jaga jarak atau physical distancing, mereka berkerumun di setiap toko pakaian dan kios sembako. Sedangkan disisi lain, Kecamatan Palabuhanratu menjadi salah satu daerah yang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 2. Sehingga pasar buka pagi dan tutup pukul 16.00 WIB.
Beragam alasan diungkapkan warga ke luar di tengah pandemi Corona. "Untuk belanja sembako dan beli pakaian untuk anak, mau tidak mau harus ke luar, karena kebutuhan untuk lebaran mau bagaimana lagi," ungkap Neng Lidia (29 tahun) warga Palabuhanratu.
Lidia mengaku tetap mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker dan mencuci tangan saat akan memasuki pasar, meskipun tidak dipungkiri saat berada di dalam pasar Lidia harus berdesak-desakan dengan orang lain.
ADVERTISEMENT
"Ini memang sangat berbahaya bisa saja mungkin orang di sekitarnya terpapar virus Covid-19, tapi saya sudah mematuhi protokol kesehatan nanti pun sampai rumah ganti pakaian dan mandi," terangnya.
Warga lainnya Supriadi (36 tahun) mengatakan sudah mengetahui bahwa Palabuhanratu saat ini sedang memberlakukan PSBB, namun begitu dirinya nekat pergi ke pasar karena harus memenuhi kebutuhan Lebaran.
"Sudah menjadi kebiasaan menjelang lebaran membeli kebutuhan. Takut juga sih sama virus Corona ini, tapi saya pikir sudah mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, lagian saya tidak lama di pasar," singkatnya.
Reporter: NANDI
Redaktur: ANDRI SOMANTRI
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
ADVERTISEMENT