Konten Media Partner

Jalan Leuweung Panjang Pabuaran Sukabumi Bak Track Offroad

Sukabumi Updateverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi jalan di Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran yang rusak parah. Jalan ruas Cipatat dan ruas Leuweung Panjang ini berubah jadi kubangan lumpur saat hujan. | Sumber Foto:Ragil Gilang
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi jalan di Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran yang rusak parah. Jalan ruas Cipatat dan ruas Leuweung Panjang ini berubah jadi kubangan lumpur saat hujan. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Jalan kabupaten di Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, rusak parah. Ketika diguyur hujan, jalan Cipatat Leuweuung Panjang ini menjadi kubangan lumpur. Kampung Cipatat, Desa Sukajaya yang paling merasakan dampak dari kerusakan jalan tersebut.

Warga Kampung Cipatat RT 08/04, Bambang (35 tahun), mengatakan, sudah puluhan tahun jalan tidak tersentuh perbaikan padahal jalan tersebut merupakan akses satu-satunya ke daerah perkotaan.

"Puluhan tahun kami merasakan kesulitan (akibat jalan rusak)," ujar Bambang kepada sukabumiupdate.com, Senin (20/1/2020).

Menurut Bambang, setiap hari jalan tersebut dilintasi warga yang hendak berpergian ke sekolah, rumah sakit, ke pasar dan bekerja. Jalan tersebut juga penting bagi pertanian karena petani mengangkut hasil panen untuk dijual ke pasar melintasi jalan tersebut.

"Kami harus susah payah melewati jalan berbatu campur tanah, serta kubangan air yang berlumpur. Padahal ini jalan utama bagi warga Desa Sukajadi, baik sebagai akses ekonomi, mengangkut hasil bumi, seperti singkong, padi, kayu dan palawija lainnya, akses menuju rumah sakit, baik ke RSUD Jampang Kulon, RSUD Sekarwangi maupun ke RSUD R Syamsudin SH. Begitupun dengan puluhan siswa asal Desa Sukajadi yang bersekolah di SMK, MA atau MTs di Bojonghaur, Kecamatan Lengkong, sehingga mereka banyak yang diam di asrama karena tidak sanggup kalau bolak balik," ungkapnya.

Kondisi jalan di Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran yang rusak parah. Jalan ruas Cipatat dan ruas Leuweng Panjang ini berubah jadi kubangan lumpur dan saat hujan.

Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi dari permasalahan tersebut. "Kami mohon kepada pihak terkait agar segera memperbaiki jalan kabupaten tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun 2 Cipatat, Abdul Ajiz (26 tahun), mengatakan awalnya jalan Cipapat merupakan jalan desa setelah itu pada 2017 diambil alih oleh Pemkab Sukabumi.

"Panjang (Jalan Cipapat) sekitar 13 kilometer. Awalnya merupakan jalan desa, namun sejak 2017 diambil alih oleh kabupaten, karena dana desa tidak mampu untuk mengatasinya dan pada tahun tersebut pun ada pengaspalan kurang lebih enam kilometer dekat dengan permukiman yakni di Kampung Ciawi - Cipatat," terangnya.

Adapun yang sisanya, kata Ajiz, di ruas Leuweung Panjang sekitar tujuh kilometer hanya dilakukan pengerasan pada tahun 2009 saja. Adapun di ruas Leuweung Panjang ini kerusakannya lebih parah.

"Belum pernah disentuh aspal sehingga kondisinya cukup parah. Kalau titik kerusakan yang dekat pemukiman, sering sama warga diperbaiki alakadarnya. Ruas jalan tersebut sering dijadikan track offroad bagi mereka memang memberikan kepuasan, namun bagi kami malapetaka, apalagi di malam hari sudah tidak sanggup (warga mnelintas di jalan tersebut), kecuali ada hal yang sangat urgent," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pekerjaan Umum Wilayah VII Sagaranten, Sudarno mengatakan, jalan Cipatat itu merupakan ruas Pabuaran-Bojong dan memang jalan kabupaten. Untuk perbaikannya akan dilakukan tahun ini.

"Insya Allah tahun ini akan diperbaiki. Semua jalan yang rusak sudah diusulkan ke pimpinan, mudah-mudahan setahap demi setahap bisa diperbaiki," pungkasnya.

Reporter: RAGIL GILANG

Redaktur: ANDRI SOMANTRI