Konten Media Partner

Saluran Irigasi Putus karena Longsor, Warga di Sukabumi Kesulitan Air

Sukabumi Updateverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Saluran Irigasi Putus karena Longsor, Warga di Sukabumi Kesulitan Air
zoom-in-whitePerbesar

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Pasirhaur RT 23/06, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (24/7).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tanah longsoran menimbun sawah milik warga dan memutuskan saluran irigasi yang mengairi sekitar 30 hektare sawah. Longsor juga mengancam sebuah madrasah ibtidaiyah.

Saluran irigasi ini tak hanya mengairi sawah tapi untuk kebutuhan air warga Kampung Pasirhaur dan Cibalingbing.

"Selain sekolah terancam lonsor, banyak pesawahan kurang lebih 30 hektar yang bisa gagal panen akibat terputusnya saluran irigasi tersebut. Selain itu warga pengguna air irigasi sangat kesusahan karena saluran irigasi tersebut dipergunakan oleh para santri di pondok pesantren," ungkap Ketua RT 23 Cecep Nurdin kepada sukabumiupdate.com, Kamis (26/7).

Longsor tersebut menjadi kejadian yang kedua kalinya. Namun kejadian kali ini lebih besar dampaknya.

"Dulu pernah longsor langsung ditangani oleh warga, yang sekarang lebih besar longsor kurang lebih lebar 50 meter dan panjang kurang lebih 100 meter hingga memutuskan dua saluran air yang mengairi perkampung dan persawahan," kata seorang warga, Utar Godeg (50).

"Dampak putusnya saluran air, warga Pasirhaur dan Cibalingbing kekurangan air. Selain itu juga di kampung Pasirhaur ini banyak pondok pesantren yang suka memakai saluran air tersebut."

Menurut dia, sebelum terjadinya longsor ini, akibat kemarau ini sudah dua hari para santri harus mengambil air dan mandi di sungai yang jauhnya sekitar satu kilometer dari pondok pesantren.

"Kami berharap kepada pemerintah setempat tolong cepat-cepat diperbaiki, jangan sampai berlarut-larut dikarenakan air itu kepentingan kita semua. Kami sekarang bekerja bakti untuk membuat saluran air sementara," jelasnya.