Motif Ibu Bunuh Anak di Sukabumi: Takut Skandal Inses Ketahuan Suami

SUKABUMIUPDATE.com - Tim Ahli RSUD R. Syamsudin menemukan ada motif lain di balik pembunuhan Nadia Putri (5 tahun), warga Kampung Bojongloa Wetan Kelurahan Situ Mekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, yang dilakukan oleh Sri Alias Yuyu (40 tahun) ibu angkat korban.
Menurut Dokter Spesialis Kejiwaan RSUD R Syamsudin, Tommy Hermansyah, Sri tega membunuh anak angkatnya lantaran khawatir kebiasaan dirinya berhubungan intim dengan kedua anak laki-lakinya, yaitu RG (16 tahun) dan Ru (14 tahun), ketahuan oleh suaminya, Hidayat alias Dayat (60 tahun).
“Sri memutuskan untuk membunuh Nadia karena takut insesnya ini ketahuan suaminya. Sri ternyata sudah sering melakukan hubungan intim dengan RG dan Rd, saat suaminya tidak berada di rumah,” kata Tommy, Kamis (26/9).
Sebelumnya diketahui pembunuhan ini dilatarbelakangi rasa cembur, karena Sri memergoki anak tertuanya, RG, memperkosa Nadira. Sri pun langsung mencekik dan memukul korban. Bahkan, Sri sempat melakukan hubungan suami istri di samping korban yang awalnya dikira sudah tidak bernyawa.
Namun, Nadia tiba-tiba sadar dari pingsannya dan melihat aksi tidak senonoh ibu-anak tersebut. Setelah korban tewas, para pelaku membawa dan membuang korban ke Sungai Cimandiri yang tak jauh dari rumanya di Lembursitu, Minggu, 22 September 2019.
“Ini pengakuan Sri dan RG, di mana saat ketahuan itu Sri langsung mencekik Nadia hingga benar-benar tak bernapas lagi dibantu oleh RG. Ibu anak ini khawatir hubungan mereka dilaporkan oleh korban ke Dayat ayah angkatnya,” kata Tommy.
Tommy menuturkan, berdasarkan pengakuan Sri, perilaku inses ini dilakukan lantaran ia tak bisa memendam hasrat seksualnya yang terus menggebu, sementara suaminya sudah tidak mampu secara seksual.
“Ketiga pelaku ini sehat secara kejiwaan, dan perilaku seks inses tersebut lebih didorong oleh faktor moral dari Sri yang kemudian memaksa kedua anak laki-lakinya untuk menjadi pemuas nafsu. Ada juga faktor lingkungan di mana ketiga pelaku ini memang suka mengonsumsi video porno dari ponsel pintar,” pungkasnya.
