Konten Media Partner

Objek Wisata Goa Lalay di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Kini Kondisinya Memprihatinkan

Sukabumi Updateverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Objek Wisata Goa Lalay di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Kini Kondisinya Memprihatinkan
zoom-in-whitePerbesar

SUKABUMIUPDATE.com - Objek wisata Gua Lalay di Kampung Cipatuguran, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhir-akhir ini sepi pengunjung, dan kondisi beberapa fasilitas penunjang di lokasi pun saat ini sangat memprihatinkan.

Padahal, keberadaan objek wisata yang satu ini masih termasuk ke dalam Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu (GNCP).

Menurut Yana (47 tahun), penjaga objek wisata Goa Lalay, pengunjung yang datang saat ini tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, sebelum masuk ke dalam kawasan.

“Ya, sekarang mah pengunjung yang datang masih bisa dihitung jarilah, tidak seperti dulu. Kalaupun ramai itu, hari-hari tertentu saja. Itu juga tidak terlalu banyak,” tuturnya kepada sukabumiupdate.com saat disambangi di sela-sela aktivitas kesehariannya di objek wisata Goa Lalay, Sabtu (4/11/2017).

Yana mengungkapkan, kondisi tersebut terjadi akibat kurangnya perhatian dari pemerintah setempat. Hampir semua fasilitas yang ada di lokasi wisata tersebut, sambungnya, rusak tak terurus.

“Kalau menurut saya, masih ramai saat dikelola oleh keluarga saya. Dulu mah di depan ini bukan kolam, seperti ini, tapi sawah. Di pinggir ada saung (Gubuk) Supa, ditambah ada mesin ngepres Tebu yang diambil airnya, dan Tebunya kan ada, tinggal nebang di pinggir sawah. Dulu yang datang itu kebanyakan bule, seperti dari Perancis, Inggris. Ah, pokoknya orang luar negeri lah,” ungkapnya sambil mengenang masa-masa keemasannya dulu.

Pantauan di lapangan sendiri, sejumlah fasilitas wisata di Goa Lalay saat ini, memang terlihat tidak terurus. Seperti Kolam ikan misalnya, selain airnya kering dipenuhi rerumputan dan sampah, juga sarana bermain perahu pun berserakan begitu saja, dengan kondisi rusak dan tidak terawat. Membuat tempat wisata tersebut tidak elok dipandang mata.

“Seharusnya kan, kalau masuk geopark, lebih maju dan terurus. Ini malah terkesan dibiarkan seperti begini,’ keluh Yana.

Padahal, menurut Yana, lokasi wisata Goa Lalay ini, kalau dikelola dengan baik bisa mendatangkan pengunjung lebih banyak lagi, dengan menyuguhkan potensi wisata Kelelawar, pengunjung dapat melihat ribuan bahkan jutaan Kelelawar yang hidup di dalam goa tersebut.

“Di sini pengunjung kalau sore, sekitar pukul 16.00 WIB, bisa melihat ribuan Kelelawar ke luar dari dalam goa, mencari makan. Kalau dulu mah dari sejak pukul tiga sore teh sudah ramai pengunjung. Sekarang mah sepi kang, bisa dilihat kan, paling berapa orang,” pungkasnya, seraya memperlihatkan keadaan sekitar.