Konten Media Partner

Operasi Pekat di Cicurug Sukabumi, Empat Pasangan Mesum Dijaring

Sukabumi Updateverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Operasi Pekat aparat gabungan saat menyisir sejumlah hotel dan penginapan di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/5/2019). | Sumber Foto:Rawin Soedaryanto.
zoom-in-whitePerbesar
Operasi Pekat aparat gabungan saat menyisir sejumlah hotel dan penginapan di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/5/2019). | Sumber Foto:Rawin Soedaryanto.

SUKABUMIUPDATE.com - Aparat gabungan Polsek Cicurug, Koramil 0713/Cicurug dan Satpol PP Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi menggelar Operasi Penyakit Pasyarakat (Pekat) di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/5/2019).

Giat operasi juga melibatkan lima polsek, diantaranya Polsek Parungkuda, bojonggenteng, Cidahu, Parakansalak dan Cicurug.

Kapolsek Cicurug, Kompol Simin A Wibowo menjelaskan, operasi dimulai sejak pukul 20.00 WIB hingga Minggu (19/5/2019) dini hari. Operasi kali ini, kata Simin, prioritas menjaring hotel dan penginapan.

"Sejumlah penginapan disisir. Hasilnya, empat pasangan muda-mudi bukan suami istri terjaring operasi. Keempat pasangan itu diamankan dari dua penginapan yang berbeda, yakni tiga pasang di penginapan Taman Rekreasi Cimalati dan sepasang di Hotel Sindu Benda," ungkap Simin kepada sukabumiupdate.com, usai Operasi Pekat.

Selain dua penginapan itu, lanjutnya, petugas juga menyambangi beberapa penginapan lainnya, seperti Hotel Safana dan Hotel Gunung Salak.

Selain itu, keempat pasangan yang diamankan tak bisa menunjukan bukti surat nikah. Alhasil, empat pasang muda-mudi itu langsung diamankan ke Mapolsek Cicurug untuk selanjutnya dilakukan pendataan bersama petugas Satpol PP.

"Penanganan oleh Satpol PP, karena ranahnya Satpol PP untuk melakukan pendataan dan proses. Lalu selanjutnya, kita serahkan ke keluarganya," ujar Simin.

Ia menegaskan, Operasi Pekat di wilayahnya itu dilakukan sebagai upaya mencegah dan mengurangi penyakit masyarakat, terlebih di bulan Ramadan.

"Kami lakukan agar mereka menjadi jera. Apalagi saat ini sedang bulan suci Ramadan, sehingga tidak boleh melakukan kegiatan yang melanggar norma-norma agama," pungkasnya.