Konten Media Partner

Panen Tahap Pertama, Kopi Jampang Sukabumi Siap Manjakan Lidah

Sukabumi Updateverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses sortir kopi jampang sebelum proses penjemuran di Lets Coffee Surade, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Ragil Gilang
zoom-in-whitePerbesar
Proses sortir kopi jampang sebelum proses penjemuran di Lets Coffee Surade, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Ditengah Pandemi Covid-19, tanaman kopi asli Pajampangan sudah mulai bisa dipanen. Tentunya penikmat sejati kopi sebentar lagi bisa merasakan cita rasa minum kopi hasil tanaman petani Pajampangan, Kabupaten Sukabumi.

Petani kopi sekaligus pemilik Lets Coffee Surade, Firman Maulana menyebut, ini panen pertama tanaman kopi di wilayah Kecamatan Lengkong. Kopi tersebut akan ia olah sebagai bahan baku untuk berbagai varian kopi.

"Ini baru dipanen, banyaknya sekitar 1 kuintal dari 50 pohon. Saat ini sedang dalam proses untuk penjemuran, namun harus dipilih dulu alias disortir yang betul betul matang dan mulus, dengan cara direndam," jelasnya kepada sukabumiupdate.com, Minggu (7/6/2020).

Lanjut Firman, kopi hasil panen juga akan dijemur. Proses penjemuran juga ada dua cara, pertama dikupas dulu kulitnya lalu dijemur, kedua dijemur langsung dengan kulitnya atau dikenal dengan proses natural.

"Kami mencoba untuk proses penjemuran secara natural, biasanya membutuhkan waktu dua minggu hingga satu bulan, tergantung cuaca. Sampai kering dengan kadar air 13 persen," paparnya.

Proses sortir kopi jampang sebelum proses penjemuran di Lets Coffee Surade, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto: Ragil Gilang

Setelah nanti kering, kata Firman lagi, kulitnya dikupas bisa dijadikan pupuk organik. Kopi yang sudah lepas dari kulitnya barulah diproses untuk bahan baku kopi berbagai varian. "Akan terasa cita rasanya kalau dijadikan kopi tubruk tanpa gula," ujar Firman.

"Ini panen tahap pertama, soalnya di pohon masih banyak cuma masih mentah. Bisa panen selama 3-4 bulan. Biasanya untuk hasil panen pertama, kualitas rasanya akan kalah sama hasil panen kedua. Serta harganya pun pasti akan berbeda. Seperti proses natural, kualitas rasanya memang tidak diragukan lagi, dan harganya pun lebih tinggi," pungkasnya.

Reporter: RAGIL GILANG

Redaktur: HERLAN HERYADIE