kumparan
8 Agu 2019 12:55 WIB

Peternak Koi di Sukabumi Rugi Usai Ikannya Mati Akibat Listrik Padam

Ikan koi milik pehobi dan peternak yang mati akibat listrik padam secara berturut-turut beberapa hari yang lalu. | Sumber Foto: Oksa BC
SUKABUMIUPDATE.com - Pemadaman listrik yang terjadi secara berturut-turut pada Minggu (4/8/2019) dan Senin (5/8/2019) menyebabkan peternak koi kehilangan ternaknya. Akibat pemadaman listrik tersebut, aerator yang merupakan mesin penghasil gelembung dalam akuarium tak berfungsi.
ADVERTISEMENT
Ketika aerator mati, maka tak adanya gelembung udara di dalam akuarium dan tak adanya siklus air. Keadaan ini menyebabkan ikan koi mati, sehingga peternak dan pehobi koi mengalami kerugian yang tak sedikit.
Penasihat Asosiasi Sukabumi Bersatu Koi Club (ASBKC), Ikral Panutan, mengatakan banyak menerima laporan koi milik pehobi maupun peternak koi mati akibat listrik padam.
"Akibat dari padamnya listrik, banyak koi--baik itu milik pehobi maupun penjual--mati. Kalau listriknya mati, air tidak mengalir, oksigen kurang, sehingga ikan koinya juga mati," ungkap Ikral kepada sukabumiupdate.com, Kamis (8/8/2019).
Ikral mengatakan, ketika aerator dalam akuarium mati, sebenarnya masih bisa ditanggulangi dengan penanganan secepatnya. Namun, lokasi tempat penyimpanan ikan koi dengan rumah peternak koi relatif berjauhan-jauh, sehingga tak bisa dilakukan penanggulangan.
ADVERTISEMENT
Ikral menyebutkan jumlah koi milik pehobi dan peternak yang mati mencapai ratusan ekor.
"Koi yang mati banyak, baik yang kualitas kontes maupun yang grade A. Yang paling banyak kualitas yang di bawah itu, jumlahnya bisa ratusan apalagi kalau ditambah dengan pemadaman listrik yang lalu-lalu, jumlahnya lebih banyak lagi," ujarnya.
Kerugian pun mencapai puluhan juta rupiah akibat pemadaman itu. Apabila dijumlahkan dengan kejadian-kejadian pemadaman listrik sebelumnya, kerugian yang diderita pehobi dan peternak sudah mencapai ratusan juta.
Ikral pun mempertanyakan profesionalisme dan tanggung jawab PLN atas kejadian pemadaman listrik tersebut.
"Apakah PLN mau mengganti rugi? Sedangkan kita para petani koi bukan orang yang mampu. Mereka para petani sehingga ini adalah hal yang sangat miris," pungkas Ikral.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·