Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bertemu di Jalan, Suami di Polman Tikam Pria yang Diduga Selingkuhan Istrinya

SULBAR KINIverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Dok. kumparan

POLEWALI MANDAR - Seorang suami inisial R (40), warga Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, ditangkap usai menikam pria berinisial SY (32) yang diduga selingkuhan istrinya.

Korban SY meninggal dengan sejumlah tusukan di sekujur tubuhnya usai ditikam pelaku dengan menggunakan sebilah badik. Peristiwa tersebut terjadi di Pasar Panyingkul, Desa Baru, Kecamatan Luyo, Polewali Mandar, Selasa (2/2/2021) petang.

Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono melalui Kasat Reskrim AKP Syaiful Isnaini menjelaskan, peristiwa penikaman tersebut diduga karena pelaku emosi korban menjalin hubungan asmara dengan istri pelaku.

"Adapun dugaan terjadinya kejadian ini disebabkan karena pelaku merasa emosi kepada korban karena menduga korban memiliki hubungan asmara dengan istri pelaku atau diduga selingkuh dengan istri pelaku," jelas Syaiful.

Menurutnya, penikaman tersebut berawal saat pelaku melihat korban menggunakan mobil melintas di jalan poros Kecamatan Luyo. Secara spontan, pelaku langsung memacu sepeda motornya menuju rumah untuk mengambil sebilah badik.

Motor pelaku dan mobil korban di lokasi kejadian. Foto: Dok. Polres Polman

Setelah itu, pelaku kemudian kembali mengejar dan langsung memberhentikan mobil korban dengan cara mengadang dari depan menggunakan sepeda motornya. Tanpa pikir panjang, pelaku langsung menghujamkan badiknya ke arah tubuh korban yang saat itu masih duduk di dalam mobilnya.

Syaiful menjelaskan, korban berusaha lari menyelamatkan diri. Namun pelaku terus mengejar dan melampiaskan amarahnya dengan menusuk korban berulang kali hingga terjatuh.

Usai melakukan aksinya, pelaku lalu melarikan diri dan korban langsung dievakuasi ke Puskesmas. Dalam perjalanan, korban mengembuskan napas terakhirnya hingga tak tertolong.

"Pelaku sudah kami amankan beserta barang buktinya sebilah badik. Sementara korban meninggal saat dalam perjalanan menuju Puskesmas terdekat yang dipastikan kehabisan darah," jelas Syaiful.

"Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi balasan, kami sudah menempatkan personel dan memberikan imbauan kepada keluarga korban agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian," pungkasnya.