Cerita Persalinan Penyintas Gempa Sulbar: Dibantu Dukun dan Bidan

Sebulan lebih berlalu pascagempa 6,2 magnitudo yang mengguncang Mamuju dan Majene pada Jumat (15/1) dini hari, Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Barat masih terus melakukan kegiatan kemanusiaan untuk membantu penyintas gempa yang masih bertahan di pengungsian.
Mulai dari melakukan penyaluran bantuan logistik, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, penyediaan air bersih hingga trauma healing bagi anak-anak korban gempa yang ada di posko pengungsian.
Selain itu, relawan PMI Sulbar juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil dan membantu proses persalinan. Seperti halnya saat melakukan pemeriksaan kesehatan di Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Mamuju, Sabtu (5/3).
Salah seorang relawan PMI Sulbar, Andis, mengisahkan saat itu tim PMI sementara melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat di desa tersebut. Salah satunya, Kamelia (24), yang sedang hamil tua datang memeriksakan diri. Saat kembali ke rumahnya karena merasakan sakit pada kandungannya, dia pun melahirkan dibantu dengan dukun beranak.
"Kan biasanya di situ (Desa Lebani), kalau mau melahirkan kolaborasi dukun sama bidan. Saya ke rumahnya sudah melahirkan, saya hanya tensi ibunya, pantau pendarahannya, dan kondisi bayinya sebelum datang bidannya yang menangani," tutur Andis, Senin (8/3).
Dia menambahkan, ibu tersebut tidak sempat dibawa ke puskesmas karena keburu melahirkan di rumahnya yang dibantu dukun beranak di kampung tersebut. Bayi berjenis kelamin dengan berat sekitar 3 kilogram itu lahir dengan kondisi selamat.
"Kebetulan itu dukun ada di sebelah rumahnya (rumah Kamelia) di acara hajatan. Makanya dia langsung dipanggil, itu pun tidak sempat dibawa ke puskesmas karena bayinya keburu keluar. Itu anak yang kedua makanya cepat," jelas Andis.
Koordinator Layanan Kesehatan PMI Sulbar, Fajria Arisa Kamil, menambahkan para relawan PMI juga menangani kesehatan ibu dan anak setiap melakukan pemeriksaan kesehatan.
"Memang layanan itu sudah terbagi-bagi jobnya. Pas dapat ibu hamil yang secara kebetulan," kata Fajria.
Dia mengungkapkan, ini yang kedua kalinya relawan PMI Sulbar membantu persalinan penyintas gempa. Sebelumnya, mereka juga membantu persalinan di Lingkungan Simbuang, Kelurahan Simboro, Mamuju.
"Awalnya memang dia khawatir, kan kita bukan kali pertama ke sana, sudah kedua kalinya kita periksa, Diperiksa pertama taksirannya minggu depan, pas lagi datang tadi saya tanya kapan taksirannya bu? Dia bilang sebenarnya tanggal 1 Maret, tapi kenapa belum keluar ini anakku. Makanya tadi disarankan untuk jalan-jalan, pas menyaksikan pemeriksaan kesehatan tiba-tiba pulang ke rumahnya lalu dipanggil lah kita," urainya.
Hingga kini, sebagian warga Desa Lebani masih bertahan di tenda pengungsian. Saat siang mereka kembali beraktivitas dan pada malam hari mereka kembali ke tenda pengungsian yang berada di dataran tinggi karena khawatir gempa susulan dan tsunami.
