Malam ke-15 Ramadhan, Tradisi Mabbaca Kunnu, dan Berkah Bagi Penjual Takjil

Memasuki pertengahan bulan Ramadhan memberi berkah tersendiri bagi penjual kue takjil di Pasar Sentral Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Dibanding hari-hari sebelumnya, terjadi lonjakan pembeli kue takjil bertepatan dengan pertengahan bulan Ramadhan.
Hal itu berhubungan dengan tradisi mabbaca kunnu atau membaca doa qunut selepas salat Tarawih dan Witir yang dilakukan sebagian besar masyarakat Muslim di Polewali Mandar. Umumnya, jemaah membawa beragam kue ke masjid dan disajikan bersama selepas membaca doa qunut.
"Dari awal itu lumayan ramai, tapi pas hari kesepuluh ke atas sudah mulai kurang mi. Ini hari kelima belas meningkat lagi pembeli karena bertepatan dengan qunut," kata Jumriani, salah seorang penjual aneka kue di Pasar Pekkabata, Selasa (27/4/2021).
Menurut Jumriani, berbagai macam kue dan makanan yang dijual di pasar tersebut. Mulai dari makanan ringan hingga lauk-pauk untuk berbuka puasa.
"Yang paling nacari itu orang katirisala dan kue cantik manis," ucap dia.
Jumriani menuturkan, dirinya mulai menjajakan kue dan aneka makanan sejak pukul 14.00 WITA hingga waktu berbuka puasa. Oleh pengelola pasar, mereka disiapkan tenda untuk berjualan selama bulan Ramadhan.
"Bawa meja masing-masing sebagai tempat menyusun takjil yang dijual. Diimbau ki untuk selalu pakai masker, tapi ada juga pembeli yang kadang tidak pakai. Kemarin ada yang bagi-bagi masker, kayaknya dari pihak Satpol PP itu," pungkasnya.
(Citizen Reporter: Farmawati Muin, Polewali Mandar)
