Misteri Pembunuhan Pasutri di Mamasa, Kuasa Hukum: Sudah Ada yang Dicurigai
ยทwaktu baca 2 menit

Kepolisian dari Polda Sulawesi Barat (Sulbar) dan Polres Mamasa masih terus menyelidiki kasus pembunuhan pasangan suami-istri (pasutri) di Kabupaten Mamasa.
Korban bernama Pore Padang yang merupakan Kepala SMAN 2 Buntu Malangka bersama istrinya ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Minggu pagi (7/8/2022).
Satu anak korban selamat karena tidur terpisah dalam kamar saat kejadian, sedangkan putra bungsu korban, Marvel (13), masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Makassar karena luka-luka yang dialami.
Kuasa hukum keluarga korban Rustam Tibonga menyebutkan, sudah ada terduga yang dibidik dalam kasus tersebut. Hal itu diketahui setelah dirinya berkoordinasi dengan Kapolres Mamasa, AKBP Harry Andreas.
Kendati demikian, Rustam tak merinci apakah terduga pelaku yang dicurigai lebih dari satu orang.
"Sudah ada yang dicurigai (sebagai pelaku), namun masih butuh bukti yang lengkap," ungkap Rustam kepada Sulbar Kini saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu malam (13/8/2022).
Dia menyebutkan, kecurigaan penyidik mengemuka setelah ditemukan rekaman video CCTV yang terdapat di sepanjang jalan Mamuju-Bonehau-Kalumpang hingga ke sekitar rumah korban.
"Tapi penyidik belum membocorkan CCTV mana yang telah mereka lihat. Yang jelas lebih dari satu CCTV di sekitar TKP," tandasnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Syamsu Ridwan menyebutkan, dari hasil autopsi kedua korban mengalami luka serius di bagian kepala. Pore Padang menderita luka robek dan luka terbuka di bagian kepala serta luka robek di pelipis sebelah kiri. Sementara sang istri mengalami luka menganga atau bocor di kepala.
Dari jejak luka itu, sebut dia, penyidik menduga serangkaian bekas luka itu dihasilkan oleh senjata tajam dan benda tumpul.
"Kami belum tahu, yang jelas berupa alat tajam dan tumpul karena ada luka sobekan dan luka benda tumpul. Begitu juga luka anak korban, Marvel," jelasnya.
Syamsu menambahkan bahwa dari analisa luka di tubuh korban, penyidik menduga aksi pembunuhan tersebut dilakukan lebih dari satu orang.
"Luka benda tajam sekaligus benda tumpul ini, dugaan kami ada kemungkinan pelaku lebih dari satu," ujarnya.
