Polisi Selidiki Dugaan Kecurangan Tes SKD CPNS di Sulawesi Barat
·waktu baca 2 menit

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat (Sulbar) mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya kecurangan pada pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS yang dilaksanakan di Gedung PKK Sulbar.
Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan, mengatakan bahwa kepolisian telah menerima laporan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Barat terkait dugaan kecurangan dalam tes SKD CPNS 2021.
"Sudah diterima surat pengaduan dari BKD terkait dugaan kecurangan ujian CPNS, dan segera akan diselidiki dan didalami oleh Dit Reskrim Polda Sulbar," jelas Syamsu Ridwan kepada SulbarKini (partner kumparan) saat dikonfirmasi, Sabtu (30/10/2021).
Hal tersebut juga dibenarkan Kepala UPT BKN Mamuju, Jais. Dia menyebutkan bahwa dirinya telah memenuhi panggilan Polda Sulawesi Barat pada Jumat (29/10/2021).
"Hanya sebatas klarifikasi," ujarnya.
Selain pihak UPT BKN Mamuju, polisi juga memanggil pihak panitia pelaksana tes SKD CPNS dari BKD Provinsi Sulawesi Barat.
"Iya, ada juga dari BKD yang hadir di Polda Sulbar," terangnya.
Sebelumnya, beredar indikasi kecurangan dalam pelaksanaan tes SKD CPNS di sejumlah daerah, termasuk di Mamuju dan Mamasa. Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat, Muhammad Idris, menilai pembobolan tersebut bersifat nasional dan tidak hanya terjadi di Sulawesi Barat saja.
"Jangan dipersepsikan bahwa kesalahan ini dilakukan panitia di Pemprov Sulbar, ini sistem nasional yang dibobol karena bukan hanya terjadi di Provinsi Sulbar, tetapi juga terjadi di provinsi lain," kata Idris, Jumat (29/10/2021).
Menurut dia, keterlibatan oknum panitia pada saat ujian SKD CPNS akan terungkap karena rekaman CCTV terpasang di titik lokasi.
"Di tilok (titik lokasi) gedung PKK (Sulawesi Barat) ada CCTV, jika ada keterlibatan orang dalam pasti akan ketahuan," ujarnya.
