Seekor Dugong Ditemukan Mati Membusuk di Pulau Dea-dea, Polewali Mandar
·waktu baca 2 menit

Seekor dugong atau duyung ditemukan warga dalam kondisi sudah mati dan membusuk di Pulau Dea-dea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Rabu (17/11/2021).
Dugong yang telah membusuk itu diketahui memiliki lebar ekor 84 sentimeter, panjang badan 276 sentimeter, lingkar badan 160 sentimeter, dan sirip depan 40 sentimeter.
Ketua Komunitas Sahabat Penyu, Muh. Yusri, mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi adanya duyong yang mati membusuk dari nelayan.
"Saya dapat info dari teman kalau ada dugong yang mati, tetapi warga tidak berani ambil tindakan karena tidak mau berurusan dengan petugas," kata Yusri, Sabtu (20/11/2021).
Bersama rekannya, Yusri kemudian berkoordinasi dengan petugas Polisi Perairan (Polair) dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDK) untuk proses evakuasi dugong tersebut.
"Saat melakukan pengamatan, kami tidak melihat ada tanda luka atau goresan pada tubuh dugong. Namun, kami tidak bisa menyimpulkan penyebab kematiannya karena kami bukan ahlinya," ujarnya.
Yusri menambahkan bahwa mereka terkendala untuk menguburkan dugong tersebut. Selain ukurannya cukup besar karena hanya menggunakan alat manual, juga berada di pulau yang tak berpenghuni.
"Rencana kami mau pantau kembali," ucapnya.
Petugas PSDKP Polewali Mandar, Husyary, mengatakan bahwa beberapa bulan yang lalu juga ditemukan bayi dugong terdampar di Kampung Pambusuang.
"Saat dilakukan karantina di rumah penyu Mampie, ia (bayi dugong) tidak bertahan lama dan akhirnya mati," tandasnya.
