kumparan
KONTEN PUBLISHER
15 Oktober 2019 20:29

Benarkah Golfrid Siregar Meninggal karena Kecelakaan Lalu Lintas?

press conference walhi sumut.jpg
Konferensi pers WALHI Sumut | foto : Sumut News
Misteri masih menyelimuti penyebab utama kematian aktivis HAM dan kuasa hukum Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Utara (WALHI) Sumut, Golfrid Siregar.
ADVERTISEMENT
Meski pun Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, korban mengalami kecelakaan tunggal.
Direktur WALHI Sumut, Dana Prima Tarigan mengatakan, sepanjang pengungkapan kasus kematian Golfrid pihaknya mengapresiasi kerja kepolisian. Namun, ada beberapa hal yang menurutnya masih harus dilakukan.
Pertama, hingga hari ini pihak keluarga belum menerima hasil visum dan otopsi dari kepolisian. Sehingga, menurutnya, dalam hal ini sama-sama belum dapat membuat analisis.
“Yang kemarin itu hanya analisis sementara oleh Polda, bahwa ada fakta-fakta yang ditemukan,” katanya, Selasa (15/10/2019)
Kedua, Polda terlalu cepat menyimpulkan bahwa korban mengalami laka tunggal. Sementara saksi-saksi yang diperiksa adalah saksi yang melihat korban terkapar. Bukan sebelum kejadian.
Ketiga, penyelidikan polisi masih konsentrasi pada pasca kejadian bahwa ada yang tergeletak di underpass.
ADVERTISEMENT
Sedangkan rangkaian kejadian mulai dari keluar dari Jalan Bajak hingga ke TKP di Underpass Titi Kuning, menurutnya masih kabur.
“Sebelumnya, dari jam 23.00 di rumah bapak udanya, sampai ke TKP, belum ada cerita yang bisa dianalisis bersama,” katanya.
Polda, kata dia, baru hanya menyampaikan fakta-fakta saja.
Dengan demikian, menurutnya, masih menimbulkan pertanyaan. Bahkan, rekaman CCTV dari Jalan Bajak hingga ke Underpass Titi Kuning belum ada dibuka kepolisian.
Semestinya, lanjut Dana, demi transparansi meskipun gambar rekaman kabur atau tidak sampai ke jalan, sebaiknya disampaikan ke publik.
Polisi dalam jumpa pers kasus kematian Golfrid Siregar, pada Jumat (11/10/2019) menurut WALHI hanya sekadar menyampaikan potongan fakta.
Sementara itu, Ridho Rejeki Pandiangan dari DPC Peradi Medan berharap, dalam mengungkap kasus ini pihaknya turut dilibatkan.
ADVERTISEMENT
“Agar bisa bersama-sama dalam proses mengungkap fakta, kita minta dilibatkan juga,” katanya.
Pihaknya berharap, kepolisian tidak hanya mencari rekaman CCTV melainkan mengecek apakah ada di hp korban ditemukan komunikasi yang bersifat negatif yang bisa menjadi petunjuk.
“Dari pihak keluarga pun sampai sekarang juga belum mendapatkan hasil visum atau autopsi. Kita masih menunggu,” pungkasnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan