kumparan
27 November 2019 15:29

5 Fakta Seputar Pencetak Quattrick di Liga Champions

Robert Lewandowski
Ekspresi Robert Lewandowski setelah mencetak empat gol ke gawang Crvena Zvezda. Foto: REUTERS/Novak Djurovic
Narkoba, belanja, dan cinta. Ketiganya adalah contoh candu dunia. Kalau buat Robert Lewandowski, 'mencetak gol' adalah candu.
ADVERTISEMENT
Faktanya, dari total 20 laga yang sudah dilakoninya musim ini di lintas kompetisi, baru tiga kali dia gagal membobol gawang lawan. Teranyar, Lewandowski memborong empat gol sekaligus kala Bayern Muenchen melumat Crvena Zvezda 6-0 di laga fase grup Liga Champions 2019/20, Rabu (27/11/2019).
Yang lebih luar biasanya lagi adalah penyerang 31 tahun ini 'hanya' perlu waktu 14 menit 31 detik untuk membukukan quattrick. Namun, Lewandowski bukanlah satu-satunya pemain yang pernah mencetak quattrick di Liga Champions.
Banyak sebenarnya kalau mau disebutkan satu-satu. Jadi, pada stori kali ini, penulis bakal membahas beberapa fakta yang paling menarik saja.
1) Yang Pertama adalah Milos Milutinovic
Untitled Image
Milutinovic bersaudara. Kiri-ke-kanan: Milorad, Milos, and Bora. Foto: Millenniumovic/Wikimedia Commons
Pesepak bola yang pertama kali membukukan empat gol dalam satu laga Liga Champions --yang dulu bernama European Cup-- adalah Milos Milutinovic. Ini terjadi pada tahun 1950-an.
ADVERTISEMENT
Milutinovic yang saat itu membela Partizan Belgrade mencetak empat gol ke gawang Sporting CP pada putaran pertama European Cup 1955/56. Alhasil, penyerang kelahiran 5 Februari 1933 itu membawa timnya menang 5-2 dan di akhir musim terpilih sebagai top skor dengan total torehan delapan gol.
2) Lewandowski Sudah Dua Kali Membukukan Quattrick
Dini hari WIB tadi adalah kali kedua penyerang asal Polandia ini mencetak empat gol dalam satu laga. Korban pertama Lewandowski adalah Diego Lopez, kiper Real Madrid.
Dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions 2012/13 itu, Lewandowski yang masih berseragam Borussia Dortmund mencetak gol pertamanya di menit 8. Tiga gol sisanya di babak kedua, berturut-turut pada menit 50, 55, dan 66 (penalti).
ADVERTISEMENT
Skor akhir 4-1 untuk kemenangan Der BVB di hadapan pendukungnya sendiri. Pada leg kedua di Santiago Bernabeu, Los Blancos hanya bisa menang 2-0. Agregat 4-3 membawa Dortmund ke final.
3) Lewandowski Samai Rekor Marco van Basten dan Lionel Messi
Marco van Basten
Marco van Basten yang radikal Foto: Dean Mouhtaropoulos/Getty Images
Sebelum Lewandowski, hanya Marco van Basten dan Lionel Messi yang pernah dua kali mencetak quattrick di Liga Champions sepanjang kariernya sebagai pemain. Dua quattrick itu dibukukan mereka ketika membela satu klub yang sama.
Van Basten pertama kali melakukannya pada musim 1988/89, ketika kompetisinya masih bernama European Cup. Penyerang asal Belanda ini mencetak quattrick saat AC Milan menghempaskan wakil Bulgaria, Vitosha, 5-2 pada putaran pertama.
Kedua pada musim 1992/93, saat kompetisi sudah berganti nama jadi Liga Champions. Penyerang kelahiran 31 Oktober 1964 ini menjadi pencetak gol tunggal saat Rossoneri menekuk wakil Swedia, IFK Goteborg, 4-0 di fase grup.
Lionel Messi
Lionel Messi. Foto: AFP/Josep Lago
Sementara itu, Messi pertama kali mencetak quattrick saat Barcelona mengalahkan Arsenal 4-1 di perempat final Liga Champions 2009/10.
ADVERTISEMENT
Kedua, pesepak bola Argentina itu tidak hanya mencetak empat gol, bahkan lima gol, ketika Blaugrana menekuk Bayer Leverkusen 7-1 di babak 16 besar Liga Champions 2011/12.
4) Sudah Ada Dua Pencetak Quattrick di Liga Champions 2019/20, Keduanya Pemain Bayern Muenchen
Namanya Serge Gnabry. Eks pemain Arsenal ini menggelontorkan empat gol ke gawang Tottenham Hotspur pada laga fase grup Liga Champions 2019/20, tepatnya 1 Oktober 2019.
Tak pelak, gol-golnya itu membawa Bayern asuhan Niko Kovac menang besar 7-2 atas Spurs yang masih dinakhodai Mauricio Pochettino. Baru pada laga dini hari WIB tadi, Lewandowski mengulang sukses pencapaian rekan setimnya itu.
5) Ferenc Puskas Satu-satunya Pemain yang Mencetak quattrick di Laga Final
Untitled Image
Ferenc Puskas, legenda Real Madrid. Foto: Wikimedia Commons
Memang enggak salah jika nama pemain kelahiran Hungaria ini diabadikan dengan penghargaan yang berkaitan dengan gol. Sebab, seperti Lewandowski, Puskas adalah pesepak bola yang begitu ditakutkan di area pertahanan lawan.
ADVERTISEMENT
Salah satu pencapaian bersejarahnya yang hingga kini belum ada yang bisa menyamai adalah mencetak quattrick di laga final European Cup/Liga Champions. Dalam laga final melawan Eintracht Frankfurt pada 1960, Puskas mencetak satu gol lebih banyak dari rekannya di Real Madrid, Alfredo di Stefano.
Skor akhir 7-3 untuk kemenangan Los Blancos. Sekadar informasi, ini merupakan trofi kelima beruntun Real Madrid di kompetisi paling bergengsi di Benua Biru itu.
Apakah akan ada lagi pencetak quattrick di musim ini? Kita nantikan saja.
----
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan