Alasan Thomas Mueller Ogah Punya Badan Kekar: Agar Tulangku Tak Lelah

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.
Tulisan dari Supersoccer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kurus, ringkih, lemah. Begitulah kesan yang tak jarang terucap dari mulut orang-orang kala menilai bentuk fisik Thomas Mueller. Tak pelak, ketika awal-awal merintis karier profesionalnya, gelandang Bayern Muenchen itu dituding tak akan sukses.
Namun nyatanya, mereka yang mengira begitu salah besar. Justru, Mueller kini adalah salah satu pesepak bola tersukses Jerman. Tak kurang dari 20 trofi telah direngkuhnya bersama Die Bayern, termasuk predikat treble winner musim 2012/13.
Untuk negaranya, pemain bertinggi 186 cm itu mempersembahkan trofi Piala Dunia 2014. Sejauh ini, dia telah mencetak 38 gol dari 100 laga membela Die Mannschaft.
Nah, balik lagi soal otot, kenapa Mueller begitu betah hidup dalam tubuh yang terkesan ringkih itu? Iya, tentunya dia pasti punya otot yang bagus juga sekarang, tetapi kenapa dia tak membuat tubuhnya lebih atletis lagi kayak Cristiano Ronaldo, misalnya?
"Aku berusaha untuk tidak punya otot [berlebihan] seperti pemain lainnya. Aku pikir, tulangku akan lebih panjang umur jika beban yang dibawa lebih sedikit. Aku ingin kayak begini terus selama lima tahun ke depan dan aku harus tetap bugar untuk itu. Itu rahasiaku," katanya di situs web resmi Bayern.
Hah? Biar tulangnya enggak membawa beban berat, katanya? Entah ini jawaban serius atau cuma ngeles. Aya-aya wae.
Namun, kalau dipikir-pikir, Mueller kayaknya cocoknya memang punya badan yang segitu saja, deh. Soalnya, tubuh 'kurus' itu lebih pas dengan posisi dan perannya di Bayern dan Timnas Jerman.
"Aku lebih suka bermain tepat di belakang striker top kami, Robert Lewandowski. Dari sana, aku juga bisa masuk ke ruang terbuka di tepi lapangan. Aku tidak bertindak sebagai distributor bola yang bergerak statis, aku selalu mencari mangsa," terang pemain 30 tahun itu.
"Aku juga lebih dari sekadar 'Raumdeuter'. Keterampilanku dalam menguasai bola juga sangat bagus. Namun tentu saja, kelebihanku yang luar biasa membuatku bisa berlari pada waktu yang tepat," lanjutnya.
Oke, kami bantu perjelas. Mueller itu kerap dimainkan sebagai pemain nomor 10, di belakang penyerang utama (nomor 9), di lapangan. Tugasnya, selain mengirim umpan, juga mencari celah bagi dirinya sendiri untuk mencetak gol.
Apa itu Raumdeuter? Kata dalam Bahasa Jerman itu bisa diartikan sebagai 'Penafsir Ruang'.
Nah, orang boleh saja mencela Mueller itu kurus, ringkih, dan lemah, tetapi itulah kelebihan yang dianugerahkan padanya. Mueller mampu menafsirkan ruang dengan baik dan itulah yang membedakannya dengan pemain lain.
Pria asal selatan Bavaria itu tahu ke mana dan bagaimana harus mengoper, ke mana dan seberapa cepat harus berlari, di mana dan kapan waktu yang tepat untuk berdiri pada titik tertentu. Spesialnya, dia tak cuma membuka ruang untuk dirinya sendiri, tetapi juga pemain lain.
Oke, pemain lain di dunia ini pun sebenarnya juga bisa (dan harus bisa) menjadi seorang 'penafsir ruang'. Namun, Thomas Mueller diyakini sebagai terbaik untuk urusan itu. Bentuk fisiknya dan kecepatannya amat membantunya dalam menjalankan tugasnya.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.
