Cerita Alireza Jahanbakhsh soal Gol Saltonya ke Gawang Chelsea

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Bravo. Bravo. Bravo.
Entah kata apa lagi yang layak disematkan untuk Alireza Jahanbakhsh atas gol tendangan saltonya ke gawang Chelsea di laga pekan ke-21 Premier League 2019/20. Gol itu menyelamatkan Brighton and Hove Albion dari kekalahan karena mampu mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Selain memupus harapan The Blues membawa pulang poin tiga dari The Amex, gol tersebut menjadi salah satu bukti konkret bahwa Premier League juga menjadi ranah yang melahirkan keindahan sepak bola.
Terima kasih, Jahanbakhsh. Anda telah membuka tahun ini dengan sebuah mahakarya yang dapat kami, para pencinta sepak bola, nikmati bersama.
Namun, sebenarnya, apa, sih, yang ada di benak winger asal Iran itu saat hendak melepaskan tendangan salto tersebut?
"Ketika saya melihat bola, saya hanya mencoba menendangnya sekuat mungkin. Tendangan salto adalah satu-satunya pilihan. Saya bakal menonton video gol itu berulang kali," ujarnya, dilansir Brighton and Hove Independent.
Graham Potter tidak bisa menutup mulut. Juru taktik The Seagulls tak segan melontarkan pujian kepada Jahanbakhsh.
"Gol itu adalah eksekusi yang luar biasa dan menunjukkan bagaimana segala sesuatu bisa berubah begitu cepat dalam sepak bola,” kata Potter.
Enggak cuma dari bosnya sendiri, Lampard juga mengapresiasi gol tendangan salto Jahanbakhsh itu.
"Penyelesaian akhir yang luar biasa, saya pikir kami pantas mendapatkannya," kata Lampard, dilansir The Guardian.
Perlu kalian tahu, gol salto Jahanbakhsh itu bukanlah gol yang tercipta secara ujug-ujug makbedunduk. Kita enggak bicara soal kekuatan supernatural cum metafisika yang mendorong pemain 26 tahun itu untuk melakukan tendangan salto.
Jahanbakhsh mengaku telah melatih melakukan tendangan seperti itu. Hanya, dia merasa perlu mengeluarkan 'senjata' andalannya itu di waktu yang tepat.
"Saya telah coba melakukan tendangan salto itu selama latihan. Namun, saya ingin mempraktikkannya di kompetisi penting dan melawan tim yang penting," katanya.
"Mempraktikkannya di laga melawan tim seperti Chelsea itu rasanya hebat. Saya pikir ini adalah gol terbaik saya," lanjutnya.
Well, pada akhirnya, Jahanbakhsh mempraktikkan tendangan salto itu di Premier League dalam laga melawan Chelsea. Kepa Arrizabalaga jadi korban pertamanya. Mana ada yang tahu bakal ada korban selanjutnya atau tidak.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya dan Marini Dewi Anggitya Saragih
----
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

