Konten dari Pengguna

Eks Kapten AC Milan Kenang Skuat 2010/11 dan Insiden Gelut Ibrahimovic-Onyewu

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Supersoccer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi logo AC Milan.  Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi logo AC Milan. Foto: Pixabay

Skuat musim 2010/11 boleh jadi adalah skuat AC Milan terakhir yang bisa dibangga-banggakan para fannya. Mereka adalah tim terakhir yang menjuarai Serie A sebelum Juventus mendominasi liga.

Setelah itu, perlahan tapi pasti, Rossoneri jatuh ke dalam keterpurukan. Namun kali ini, kita jangan bahas yang sedih-sedih dulu, ya. Mari beri sedikit ruang bagi para fan Milan untuk mengenang skuat juara tersebut.

Biarlah Massimo Ambrosini yang membeberkan kisahnya. Bagi kapten Milan kala itu, skuat Milan 2010/11 adalah skuat yang kompetitif, bahkan sampai ke internal tim.

Bayangkan, persaingan saja sudah dimulai sejak di dalam skuat itu sendiri. Para pemain berlatih keras dan mencoba bermain sebaik mungkin agar bisa selalu dimainkan.

embed from external kumparan

"Pelatih harus berurusan dengan begitu banyak pemain berbakat dan berkarakter kuat di ruang ganti, benar-benar tidak mudah untuk membuat mereka semua bekerja bersama," ujar pria yang kini berusia 42 tahun tersebut, dilansir Football Italia.

Ya, Massimiliano Allegri dan staf pelatihnya mesti melebur pemain-pemain berstatus bintang dan rata-rata sudah senior untuk mencapai tujuan bersama: Scudetto.

Allegri. Foto: AFP/Isabella Bonotto

Siapa saja mereka?

Misalnya: Zlatan Ibrahimovic, Clarence Seedorf, Gennaro Gattuso, Alessandro Nesta, Andrea Pirlo, Mark van Bommel, Gianluca Zambrotta, Kevin-Prince Boateng, Christian Abbiati, hingga Thiago Silva. Jangan lupa, masih ada Ronaldinho, Robinho, pemain muda Alexandre Pato, bahkan si bengal Antonio Cassano.

"Allegri melakukannya dengan caranya sendiri, bukan dengan satu ide, tetapi beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan tim pada saat itu," terang Ambrosini.

Massimo Ambrosini saat berseragam AC Milan. Foto: AFP/ALBERTO PIZZOLI
Zlatan Ibrahimovic yang kini kembali ke AC Milan. Foto: GIUSEPPE CACACE / AFP
Ronaldinho di AC Milan dengan perut yang mulai buncit. Foto: AFP/Olivier Morin
Andrea Pirlo mulai tersingkir di jajaran starter AC Milan sejak kedatangan Allegri. Foto: AFP/GIUSEPPE CACACE
Alexandre Pato, andalan di lini depan Milan, selain Ibrahimovic. Foto: AFP/Olivier Morin
Clarence Seedorf saat beskostum AC Milan. Foto: AFP/OLIVIER MORIN
Alessandro Nesta. Foto: AFP/OLIVIER MORIN

"Kami semua ingin bermain, sehingga setiap sesi latihan adalah pertarungan sampai mati. Mereka yang di bangku cadangan sangat marah, levelnya sangat tinggi. Itu adalah bentuk respek, sungguh, karena kami ingin bermain sepanjang waktu," lanjutnya.

Persaingan internal itu melahirkan konflik. Ibrahimovic dan Oguchi Onyewu bahkan sampai berkelahi saat latihan.

"Aku mencoba untuk melerai mereka, tetapi itu seperti membuka bagasi yang terkunci dengan jari. Susah banget. Lalu, aku menyadari Rino Gattuso ada di sana ... ," kisah pemain yang membela Milan selama 1995–2013 itu diselingi tawa.

Onyewu dan Ibrahimovic saat berseragam AC Milan. Foto: Getty Images/Ned Dishman & AFP/Miguel Medina

Sebenarnya, sih, perkelahian itu agak aneh dan sayangnya Ambrosini tak menceritakan motif mereka. Sebab, si pria Swedia adalah penyerang, sedangkan si orang Amerika Serikat adalah bek. Kalau bicara persaingan untuk jadi starter, ya, jelas enggak nyambung.

Trivia: Musim itu, Ibrahimovic mencatatkan 14 gol--sama seperti Pato dan Robinho--dari 29 penampilan di Serie A, sedangkan Onyewu sama sekali tidak dimainkan.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.

collection embed figure