Ironi Senja Kala Karier Wasit Legendaris Serie A, Pierluigi Collina

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.
Tulisan dari Supersoccer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi orang-orang yang sudah menonton sepak bola sejak tahun 1990-an hingga 2000-an awal, pasti tak asing dengan sosok Pierluigi Collina. Ya, Collina yang botak itu, yang matanya suka melotot itu, yang merupakan wasit legendaris Serie A itu.
Selain kerap memimpin laga-laga Serie A, Collina juga tak jarang dipercaya bertugas menjadi wasit di Liga Champions, Olimpiade, bahkan Piala Dunia. Sudah belasan tahun silam, wasit asal Italia itu memutuskan pensiun.
Mungkin kalian enggak tahu, atau cuma lupa, bahwa alasan Collina mundur sebagai wasit sepak bola profesional bukan sekadar faktor usia. Ya, pria kelahiran Bologna itu tidak pensiun gara-gara memang geus wayahna, tetapi ada konflik yang mewarnainya.
Ironis? Boleh jadi. Akhir karier sosok yang pernah enam kali terpilih sebagai wasit terbaik dunia versi IFFNS (1998-2003) itu diselimuti polemik.
Jadi, begini ceritanya. Pada tahun 2005, federasi sepak bola Italia (FIGC) mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yakni menaikkan batas usia wasit menjadi 46. Tujuannya apa?
Agar Collina bisa tetap menjabat di usianya yang saat itu sudah 45 tahun. FIGC juga ingin mendorong sosok yang juga meraih penghargaan wasit terbaik Serie A sebanyak tujuh kali (terakhir pada 2005) itu agar bisa menjadi wasit final Piala Dunia 2006.
Pada awalnya, semua berjalan mulus-mulus saja. Akan tetapi, di tengah jalan, terjadi konflik.
Pemicunya adalah Collina menandatangani perjanjian sponsor dengan Opel pada Agustus 2005. Lho, memang apa salahnya jika Collina membuat kerja sama dengan produsen mobil asal Jerman itu?
Masalahnya, Opel saat itu juga menjadi sponsor utama AC Milan. Gara-gara itu, FIGC melarang Collina menjadi wasit di Serie A. Alasannya, konflik kepentingan.
Collina lantas merespons kebijakan FIGC itu dengan menyerahkan pengunduran dirinya. Asosiasi Wasit Italia sempat berusaha menolak pengunduran dirinya.
Namun, apa mau dikata? Collina kekeuh dengan keinginan pensiunnya, dan begitulah cara Collina mengakhiri 28 tahun kariernya sebagai wasit.
Laga sepak bola profesional yang terakhir dipimpin Collina adalah laga kualifikasi Liga Champions antara Everton dan Villarreal pada 24 Agustus 2005. Dia lalu mengumumkan pengunduran dirinya usai laga tersebut.
Jadi, begitulah cerita soal akhir karier Pierluigi Collina. Hari ini, 13 Februari 2020, beliau berulang tahun yang ke-60. Selamat ulang tahun, legenda. Sepak bola merindukan Anda.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini .
Bagi yang mau nonton langsung siaran Liga Inggris, bisa ke Mola TV; dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer, bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.
