Kepa Arrizabalaga Tak Lagi Jadi Kiper Utama Chelsea, Setuju?

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Ada pemandangan tak biasa di laga Leicester City versus Chelsea pada Sabtu (1/2/2020). Itu adalah kehadiran sosok bernama Willy Caballero di bawah mistar gawang The Blues, alih-alih Kepa Arrizabalaga.
Apa yang terjadi? Padahal biasanya, Frank Lampard lebih memilih memainkan eks kiper Athletic Bilbao itu untuk laga Premier League.
Well, sebenarnya, sih, kalau melihat dari statistik Tranfermarkt, performa Arrizabalaga di Premier League musim ini tidak seapik di musim lalu. Performa kiper 25 tahun itu menurun.
Pada musim 2018/19, kiper yang diboyong dengan mahar tak kurang dari 71 juta poundsterling itu mencatatkan 14 kali nirbobol dan 39 kali kebobolan. Namun di musim 2019/20, sejauh ini dia sudah 32 kali kejebolan dan baru lima kali gawangnya perawan dari 24 laga.
Keputusan Lampard untuk menepikan Arrizabalaga dipuji oleh Mario Melchiot. Bek yang membela Chelsea selama 1999-2004 itu menilai memang sudah semestinya Caballero dijadikan kiper utama Chelsea, menggantikan Arrizabalaga.
"Kita semua tahu Caballero; kadang-kadang dia terlalu nyaman dengan bola dan membuang-buang waktu. Saya tidak ingin dia mengambil risiko apa pun, bermain simpel saja, selayaknya kiper pada umumnya," ujar Melchiot kepada Sky Sports News.
"Jika dia bisa tampil baik, aku tidak melihat Kepa bisa mendapatkan kembali tempatnya [sebagai kiper utama Chelsea]," lanjutnya.
Buat yang belum tahu, Caballero dulu pernah menjadi kiper andalan Malaga (2010-2014). Masa-masa ketika klub berjuluk Los Boquerones itu masih diperhitungkan di papan tengah, bahkan di empat besar klasemen La Liga.
Kemudian, kiper kelahiran Santa Elena, Argentina, itu dilego ke Manchester City. Memang, sih, dia awalnya cuma menjadi deputi bagi Claudio Bravo. Akan tetapi, pada musim 2016/17, Caballero mampu menggusur Bravo dari statusnya sebagai kiper utama The Citizens.
Dan bisa saja, kiper 38 tahun itu bisa melakukan hal yang sama pada Arrizabalaga. Dengan syarat, Caballero bisa terus tampil konsisten. Terlebih, Melchiot menilai bahwa lini pertahanan Chelsea kini sudah mulai membaik, semenjak kembalinya Antonio Ruediger.
"Frank butuh waktu lama untuk menilainya. Pertahanan sempat bermasalah, tetapi kini Ruediger kembali, Frank mungkin merasa: 'Baiklah, saya kini memiliki titik fokus utama. Sekarang saya perlu kiper solid. Saya tidak bisa menurunkan [kiper] yang menjadi liabilitas (penghambat).'," ucap Melchiot.
Di mata Melchiot, kelemahan Arrizabalaga ada pada pembuatan keputusan dan perhitungan yang tepat. Eks pemain Timnas Belanda itu salah satunya menyoroti kinerjanya dalam laga Liga Champions kontra Ajax Amsterdam. Menurutnya, cara dia kebobolan lewat tendangan bebas tidak bisa diterima.
"Saya enggak bilang Kepa bukan kiper bagus, tetapi Anda tidak ingin kiper Anda menjadi liabilitas. Chelsea tidak pernah bagini sebelumnya. (Carlo) Cudicini, Petr Cech, (Thibaut) Courtois, mereka kiper yang bagus," jelasnya.
Lampard sendiri sebenarnya masih sempat memuji Arrizabalaga. Atau mungkin lebih tepatnya pembelaan, yang dilontarkannya pada Januari 2020, dua hari usai laga kontra Newcastle United, di mana Chelsea kalah 1-0.
"Saya merasa menjadi kiper itu bukan pekerjaan mudah, karena penampilan individual mereka terus disorot. Dia telah membuat banyak penyelamatan bagus untuk kami musim ini dan masih ingin berkembang karena masih muda," ujar Lampard, dikutip dari Goal International.
Kalau menurut kalian bagaimana? Setuju dengan Melchiot? Haruskah memang Kepa Arrizabalaga ditepikan?
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini.
Bagi yang mau nonton langsung siaran Liga Inggris, bisa ke Mola TV; dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer, bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

