Kilas Karier Philippe Senderos bersama Arsenal

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Philippe Senderos resmi mengumumkan pensiun sebagai pesepak bola profesional. Pria 34 tahun itu menyatakannya di media sosial melalui unggahan akun Instagram pribadinya.
Selama 17 tahun berkarier di lapangan hijau, setidaknya ada 11 klub berbeda yang pernah dibelanya. Namun, publik mungkin lebih mengenalnya sebagai sosok yang pernah membela Arsenal.
Senderos diboyong The Gunners pada Juli 2003 dari klub Swiss, Servette FC. Pindah ke London dan bermain di Premier League semula tampak seperti lompatan besar bagi karier pria kelahiran Jenewa itu.
Namun, awalnya tidak semudah itu. Musim pertamanya membela skuat pujaan publik Highbury--kandang lama Arsenal--laiknya petaka. Hantu bernama cedera merasuki tubuhnya.
Tak berselang lama usai resmi bergabung dengan Arsenal, sekitar September, Senderos mengalami masalah pada punggungnya. Bukan hal yang remeh, sebab dia harus menepi hingga setidaknya enam minggu.
Cedera yang satu hilang, muncul cedera baru sebagai pengganti. Senderos mengalami patah tulang kaki pada Januari 2004. Awalnya, sosok yang saat itu masih 18 tahun tersebut diperkirakan bakal menepi hingga tiga bulan.
Namun nyatanya, hingga akhir musim, Senderos tak pernah menunjukkan batang hidungnya di lapangan. Ketika Thierry Henry dan kolega berjibaku mengukuhkan status Invincibles untuk Arsenal, dia cuma bisa menonton.
Tentu, itu bukan maunya. Senderos pasti ingin menjadi bagian skuat tak terkalahkan Arsenal. Namun nasib hanya mengizinkannya menjadi saksi atas moncernya Thierry Henry, geniusnya Dennis Bergkamp, hingga tangguhnya Sol Campbell di lini belakang.
Pada musim selanjutnya, barulah Senderos berkesempatan untuk turun laga dengan jersi Arsenal. Debutnya itu berlangsung di laga Piala Liga Inggris kontra Manchester City pada 27 Oktober 2004, di mana Arsenal menang 2-1.
Ya, Arsenal menang. Soalnya, dulu Manchester City belum punya Sergio Aguero atau Kevin de Bruyne. Dan yang lebih penting, mereka enggak punya banyak uang. Eh...
Sementara itu, debutnya di Premier League terjadi pada 1 Januari 2005, ketika Arsenal melakoni laga tandang kontra Charlton Athletic. Senderos masuk pada menit 82, menggantikan Campbell yang cedera.
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Arsenal. Senderos sukses mengawal gawang Arsenal untuk tidak kebobolan lebih dari satu. Freddie Ljungberg yang kini menjabat pelatih interim Arsenal jadi pahlawan di laga itu dengan mencetak dua gol.
Cedera Campbell ternyata jadi berkah tersendiri buat Senderos. Karena setelah itu, dia jadi punya kesempatan untuk membuktikan kapasitasnya dengan turun laga sebagai starter sebanyak 12 kali dalam 17 laga sisa Premier League 2004/05.
Musim itu bisa dibilang sebagai musim terbaik Senderos sepanjang kariernya membela Arsenal. Pada final Piala FA melawan Manchester United, Arsene Wenger memercayakannya bermain penuh hingga babak adu penalti.
Sebenarnya pada waktu itu kondisinya Campbell sudah sembuh dari cedera. Namun, 'sang profesor' asal Prancis lebih memercayakannya turun di laga penting itu. Senderos pun membayar kepercayaan Wenger dengan menjaga gawang Jens Lehmann tetap perawan.
Akhirnya, Patrick Vieira dan kolega sukses mengamankan trofi juara usai unggul di babak adu penalti. Senderos tak ikut menendang, tetapi jelas layak untuk medali juara.
Sayangnya, itu saja gelar bergengsi yang pernah dimenangi Senderos bareng Arsenal. Dia bahkan harus menjadi saksi kala Arsenal kalah dengan menyedihkan di final Liga Champions. Dalam laga kontra Barcelona yang berakhir dengan kekalahan 1-2 untuk Arsenal itu, Senderos menyaksikannya secara jelas di bangku cadangan.
Senderos pun sulit bersaing dengan bek-bek Arsenal lain. Pria bertinggi 190 sentimeter itu kalah pamor dengan Kolo Toure dan William Gallas. Sekalinya main, performanya tidak begitu wah.
Pada dua musim terakhirnya di Arsenal, Senderos dua kali dipinjamkan. Pertama ke AC Milan, kedua ke Everton. Total, per Transfermakrt, Senderos bertanding di 118 laga dan mencetak empat gol.
Setelah itu, Senderos melanglang buana ke banyak klub. Pelabuhan terakhirnya adalah FC Chiasso. Meski begitu, nama Senderos tetap layak diabadikan dalam sejarah Arsenal. Ingat, klub sepak bola yang besar adalah klub yang mau menghargai jasa eks pemainnya, meski cuma 'pemain biasa'.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya dan Marini Dewi Anggitya Saragih
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

