Kisah Eks Aston Villa Alami Gejala COVID-19 dan Sembuh Tanpa ke Rumah Sakit

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Sejumlah gejala sakit mirip penderita COVID-19 pernah dirasakan oleh Gabriel Agbonlahor. Namun kini, eks penyerang Aston Villa itu sudah sehat kembali. Dia mengaku bisa melewati semua penderitaan itu tanpa ke rumah sakit.
Ya, imunitasnya menang. Sebetulnya, keputusannya ketika itu cukup nekat. Meski sudah merasakan sejumlah gejala corona hingga tubuhnya melemah, tetapi dia tetap tidak melakukan tes. Apa alasannya?
"Aku sempat merasakan banyak gejala. Orang-orang terus bilang bahwa aku mesti melakukan tes, tetapi itu tidak mudah. Tes tidak tersedia dan, bagaimanapun, aku tidak ingin pergi ke rumah sakit dan meneruskannya," katanya kepada The Guardian.
"Jadi, karena hidup sendiri, aku hanya tinggal di rumah selama yang aku bisa. Gejala-gejalanya cukup parah, aku tidak berharap pada siapa pun," lanjutnya.
Hah? "Tes tidak tersedia"? Entah, apa maksud dari pria 33 tahun itu, tetapi setidaknya itu mungkin bisa menjadi gambaran betapa negara Inggris pun kewalahan menghadapi pandemi corona.
Omong-omong, gejala macam apa saja yang dirasakannya? Well, cukup banyak, sih. Coba simak saja penuturannya ini.
“Dimulai dengan migrain parah selama berhari-hari. Pernah juga, aku terbangun jam 3 pagi dan harus mengeringkan diri dengan handuk, menyeka keringat seolah-olah baru saja keluar dari sauna. Aku merasa lelah di sekujur tubuh, sulit dipercaya," terangnya.
"Lalu, batuk dimulai, sangat menjengkelkan dan sulit disembuhkan. Ada pula diare, semuanya. Namun aku beruntung, tubuhku akhirnya melawan setelah sekitar 10 hari," lanjut pemegang tiga caps Timnas Inggris itu.
Semua hal itu membuat Agbonlahor enggak meninggalkan rumah, setidaknya selama hampir empat minggu. Paru-parunya pun baru benar-benar pulih belum lama ini.
Meski begitu, ada satu dampak dari gejala tersebut yang membuatnya sedikit 'senang'. Ya, akibat menderita segala sakit itu, berat badannya turun. Duh, ada-ada saja. Memang, sih, sejak menjelang pensiun pada 2018, tubuhnya tampak gempal.
Namun tetap saja, baginya itu cuma secuil berkah dalam musibah. Pada intinya, itu adalah pengalaman yang mengerikan. Jadi, pria kelahiran Birmingham itu mengimbau agar orang-orang tetap di rumah saja.
"Satu-satunya hal baik adalah berat badanku turun sedikit, tetapi itu adalah pengalaman mengerikan. Itu sebabnya, aku berharap semua orang mematuhi aturan," ujarnya.
"Aku tahu sulit untuk tetap tinggal di dalam rumah, tetapi jika orang-orang mendengarkan ceritaku soal gejala barusan dan cerita dari mereka yang lebih parah, mudah-mudahan orang-orang akan menyadari bahwa keluar rumah jika Anda tidak perlu itu amat berisiko," lanjutnya.
Pengalaman itu jugalah yang membuat dirinya tergerak melakukan donasi untuk para tenaga medis NHS. Salah satunya, dengan cara menjual (raffling) jersi Aston Villa yang dikenakannya dalam sebuah laga derbi kontra Birmingham City pada 2017.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.

