Konten dari Pengguna

Kisah Eks Dokter Real Madrid yang Sering Adu Mulut dengan Sergio Ramos

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Supersoccer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sergio Ramos merayakan gol ke gawang Leganes. Foto: Reuters/Susana Vera
zoom-in-whitePerbesar
Sergio Ramos merayakan gol ke gawang Leganes. Foto: Reuters/Susana Vera

Melihat Sergio Ramos bergelut dengan pemain lawan di lapangan rasanya sudah biasa. Relasi 'mesranya' dengan kartu dari saku wasit juga bukan cerita baru. Namun, ketahuilah, dokter Real Madrid pun bisa diajak ribut olehnya.

Kisah ini datang langsung dari mulut pria bernama Jesus Olmo. Dokter asal Granada itu pernah mengabdi untuk Los Blancos selama 2013-2017.

Nah, selama empat tahun itu, Olmo tak jarang terlibat adu mulut dengan Ramos. Kira-kira, apa penyebabnya?

"Mengenal Sergio itu rasanya istimewa karena kami terlibat dalam konfrontasi yang sangat besar. Dia adalah orang yang, sepertiku, suka mengatakan sesuatu secara blak-blakan di depan," katanya kepada Ideal.

embed from external kumparan

"Aku pernah melakukan hal-hal yang menurutnya tak pantas. Meski aku bisa menjelaskannya, tetapi kami tetap berusaha mempertahankan harga diri masing-masing," lanjutnya.

Intinya, Olmo adalah orang yang keras dengan idealismenya. Saklek. Kalau harusnya A, ya A; B, ya B. Dia enggak mau mengalah pada keinginan orang. Nah, Ramos juga sifatnya begitu, tetapi dia kerap tak setuju dengan ide-ide sang dokter, sehingga mereka sering adu mulut.

Sergio Ramos. Foto: Jon Nazca

Walau begitu, Olmo mengaku bahwa dia dan eks bek Sevilla FC itu tetap bisa menghargai satu sama lain dalam ranah profesional. No baper.

"Kami saling menghormati satu sama lain dan dia selalu mempercayaiku untuk menangani cederanya dan menuruti instruksi yang kuberi kepadanya," jelasnya.

"Aku masih memiliki hubungan yang sangat baik dengannya dan dia bekerja dengan orang-orang profesional yang sangat dekat denganku," sambungnya.

Sergio Ramos: "Halo, dokter. Aku atit, nih". Foto: Vincent West/REUTERS

Memang spesial, deh, Ramos ini. Bisa-bisanya dokter tim diajak adu mulut. Namun untungnya, itu tadi, mereka menaruh profesionalisme di atas segala-galanya.

Ramos tetap percaya pada instruksi Olmo dan Olmo pun respek terhadap Ramos. Patut ditiru.

Oh, iya. Olmo pun masih ingat betul gol Ramos ke gawang Atletico Madrid di laga final Liga Champions 2014. Itu adalah salah satu momen paling mengesankan dalam kariernya. Tidak, bahkan dalam hidupnya sebagai manusia.

"Salah satu momen paling emosional di hidupku adalah gol Sergio Ramos di Lisbon. Kamu awalnya tertinggal dan merasa [trofi] Liga Champions bakal lepas, lalu situasi berubah menjadi euforia besar," kenang Pak Dokter.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

----

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.

collection embed figure