Kumparan Logo
Chelsea
The Shed End di salah satu sudut Stamford Bridge.

Kok, Chelsea Kalah Lagi? Apa yang Salah, sih?

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
60
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
The Shed End di salah satu sudut Stamford Bridge. Foto: REUTERS/David Klein
zoom-in-whitePerbesar
The Shed End di salah satu sudut Stamford Bridge. Foto: REUTERS/David Klein

Apa apa dengan Chelsea? Kenapa semalam kalah lagi? Duh, padahal mainnya di kandang sendiri.

Ya, tim besutan Frank Lampard itu kalah o-1 dari Bournemouth asuhan Eddie Howe dalam laga pekan ke-17 Premier League 2019/20 yang berlangsung pada Sabtu (14/12/2019). Nama yang disebut pertama jelas tak puas.

"Permainan kami kali ini tidak membuat suporter senang. Mereka tentu saja tidak akan senang apabila bek-bek kami saling mengoper bola sampai 10 kali. Ini bukanlah tim yang saya latih," kata Lampard, dilansir Sky Sports.

kumparan post embed

Lagi-lagi, memang pertahanan The Blues musim ini memang harus segera diperbaiki. Sembuhnya Antonio Ruediger belum memberi perubahan berarti. Tentu bukan salah Ruediger sendiri, tetapi Lampard juga harus bisa kasih solusi.

'Kan penulis sudah bilang di tulisan sebelumnya, masalah pertahanan Chelsea itu tak semata soal kualitas individu bek. Lebih luas lagi, yakni soal bagaimana taktik dan pemosisian pemain.

ESPN menyoroti beberapa hal yang membikin Cesar Azpilicueta dan kolega tumbang semalam. Tentu ini harusnya jadi catatan perbaikan.

Umpan-umpan panjang dan melambung Bournemouth jadi masalah bagi Chelsea sejak menit pertama hingga akhir laga. Lini belakang mereka dibuat ketar-ketir jadinya.

Per WhoScored, perbandingan jumlah umpan kunci yang masing-masing Chelsea dan Bournemouth adalah 10 banding 8. Sementara itu, Chelsea 30 kali menang duel udara, Bournemouth menang 26 kali. Tipis.

Chelsea kesulitan mengantisipasi bola udara dari Bournemouth. Foto: REUTERS/David Klein

Satu-satunya gol The Cherries pada lagu tersebut berawal dari buruknya koordinasi para pemain Chelsea dalam mengantisipasi sepak pojok dan jebakan offside yang gagal. Ini juga jadi poin yang perlu dibenahi.

Pada saat melawan Everton di laga Premier League pekan lalu, mereka juga kebobolan karena buruknya koordinasi lini belakang. Dan semalam terulang lagi.

video youtube embed
Proses gol Bournemouth yang dicetak Dan Gosling. Foto: REUTERS/David Klein
Setelah wasit mengecek VAR, bola tendangan Gosling dianggap gol, meski sudah coba disapu Azpilicueta. Foto: REUTERS/David Klein

Para bek Chelsea juga ragu-ragu ketika bergerak maju. Alhasil, transisi dan build up serangan mereka juga jadi terpengaruh buruk.

Terutama saat mencoba membangun serangan dari sisi sayap. Emerson Palmieri dan Cesar Azpilucueta tak maksimal memberikan dukungan. Ruediger juga tampak terburu-buru saat mengalirkan umpan panjang ke depan.

Lini serang Chelsea dalam laga semalam juga kurang maksimal. Mason Mount, misalnya. Pemain muda Inggris ini tampak kesulitan beroperasi di area tengah dan memiliki kesadaran spasial yang buruk.

Willian dan Christian Pulisic pun tak kalah tak maksimal. Alhasil, Tammy Abraham sulit mendapatkan momentum bagus.

Masalah lini serang Chelsea juga sempat disinggung sebelumnya. Bakal ada masa di mana lini serang mereka kehabisan 'bensin' atau mengalami inkonsistensi karena diisi pemain muda.

Ketika itu benar terjadi, lini belakang mereka juga tak jadi lebih baik. Wajar kalau akhirnya kalah lagi.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

collection embed figure