Laga vs West Ham United Ditunda, Manchester City Dihantui Jadwal Padat

Badai Ciara yang menerpa sejumlah wilayah di Inggris, termasuk Manchester, berimbas pada ditundanya laga Manchester City vs West Ham United. Apa boleh bikin? Manusia memang tak kuasa melawan kehendak alam.
Satu yang pasti, penundaan ini membikin The Citizens dihantui oleh jadwal padat. Kalau mau main hitung-hitungan, jika skuat Man City mencapai final Piala FA dan Liga Champions, maka mereka harus melakoni 24 laga dalam 14 pekan.
Jika skenarionya memang seperti itu, artinya skuat asuhan Pep Guardiola bakal berpotensi memainkan dua laga dalam sepekan hingga akhir musim 2019/20. Modyar, enggak, tuh?
Lucunya, kebijakan winter break berpotensi juga menjadi bumerang bagi Manchester City. Bagaimana maksudnya?
Jadi, ada kemungkinan besar, laga Premier League antara Manchester City vs West Ham tidak akan dilangsungkan dalam waktu dekat. Penyebabnya adalah kebijakan winter break itu.
Rencananya, jika tadinya tak ada badai dan laga berjalan sukses, Manchester City bakal berlibur selama 12 hari, sedangkan West Ham 14 hari. Jadi, ya, jelas laga tunda mereka bakal dihelat usai liburan, dong.
Kalau West Ham, sih, enggak masalah. Lha wong skuat asuhan David Moyes itu enggak main di turnamen Eropa, terlebih mereka juga telah tersingkir dari Piala FA dan Piala Liga Inggris. Satu-satunya urusan mereka adalah lepas dari zona degradasi Premier League.
Nah, kalau Man City 'kan enggak bisa. Mereka jadwalnya padat. Mereka masih main di Liga Champions, Piala Liga Inggris, Piala FA, dan harus memastikan tempat di empat besar Premier League.
Sekarang pertanyaannya, maukah kedua kubu klub merelakan liburan mereka untuk bertanding? Okelah, katakan West Ham dan Man City sepakat, maka halangan lain datang dari pihak Premier League, apakah mereka mau mengabulkan hal itu atau tidak.
Anggaplah tidak dikabulkan dan winter break berjalan sebagaimana mestinya dan laga tunda Man City vs West Ham diselipkan pada sebuah tanggal setelah liburan. Lalu, Sergio Aguero dan kolega mencapai final Liga Champions dan final Piala FA.
Jika begitu skenarionya, maka mereka harus memainkan 24 laga dalam kurun waktu 14 pekan, dimulai dari laga kontra Leicester City di Premier League pada 22 Februari. Kepala Guardiola pasti pening, nih.
Soalnya, sudah sejak lama pelatih berdarah Catalunya itu mengkritisi jadwal padat Manchester City. Ditambah lagi dengan peristiwa seperti ini, boleh jadi Guardiola tambah pusing.
Atau katakanlah, Man City cuma mencapai semifinal Liga Champions. Itu juga tak memberi mereka banyak pilihan. Menurut The Telegraph, mereka cuma punya tiga pilihan jadwal kosong untuk laga tunda kontra West Ham, yakni pada 9 Maret, 20 April, atau 11 Mei.
Solusi untuk Guardiola mungkin adalah menentukan skala prioritas. Kalau gelar Premier League, sudah jauhlah, ya. Sementara itu, trofi Piala Liga Inggris dan Piala FA juga sudah pernah dicicipinya bersama Man City.
Mungkin, Guardiola bisa memfokuskan diri untuk mengejar Liga Champions. Artinya, pelatih 49 tahun itu mungkin bisa memainkan skuat lapis kedua --seperti halnya Liverpool-- di ajang yang menurutnya kurang penting.
Namun, apa iya hal seperti itu berlaku untuk sosok seperfeksionis Pep Guardiola? Ya, kita lihat sajalah bagaimana nasib Manchester City ke depannya.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini.
Bagi yang mau nonton langsung siaran Liga Inggris, bisa ke Mola TV; dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer, bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.


