Kumparan Logo
Mikel Arteta saat berjersi Everton
Mikel Arteta saat berjersi Everton.

Masihkah Tersisa Ruang Rindu untuk Arteta di Goodison Park?

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
76
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mikel Arteta saat berjersi Everton. Foto: AFP/GRAHAM STUART
zoom-in-whitePerbesar
Mikel Arteta saat berjersi Everton. Foto: AFP/GRAHAM STUART

Di darat kita berkebun tebu, di laut kita memancing ikan. Kalau sudah sibuk dengan kegiatan baru, kenangan lama janganlah dilupakan.

Setelah matahari senja enyah, lalu muncullah malam syahdu. Boleh jadi kamu berpindah rumah, tetapi siapa tahu masih ada kawan lama yang menyimpan rindu.

Rangkaian kalimat di atas mungkin bisa membuat kita kembali mengulas kisah lama Mikel Arteta. Karena dalam kurun waktu nyaris satu bulan penuh ini, hidupnya sudah seperti kelinci yang hidup bolak-balik di dua kandang.

Itu gara-gara sejumlah media yang kerap hanya menyandingkan nama Arteta dengan dua nama klub Premier League. Arsenal dan Manchester City.

Pemicunya adalah ketika The Gunners memecat Unai Emery dari kursi kepelatihan skuat utama. Beberapa nama muncul jadi kandidat juru taktik anyar 'klub merah' London Utara. Salah satunya Arteta yang saat itu masih jadi asisten pelatih The Citizens.

Pep Guardiola (kiri) dan tangan kanannya di City, Mikel Arteta (kanan). Foto: Action Images via Reuters/Andrew Boyers

Jadi, ya, wajar kalau nama Arteta hanya lekat dengan dua klub itu. Terlebih, pria 37 tahun itu dulunya adalah kapten Arsenal. Usai pensiun pada 2016, barulah Arteta lanjut mengabdi sebagai tangan kanan Pep Guardiola.

Namun kini, Arteta sudah resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala bagi skuat utama Arsenal. Dari Manchester balik ke London. Meninggalkan Stadion Etihad demi kembali mengabdi untuk publik Stadion Emirates.

Mikel Arteta saat masih jadi pemain Arsenal. Foto: Reuters/Craig Brough

Akan tetapi, kalau bicara perjalanan karier alumni La Masia itu di Inggris, maka kita juga bisa temukan rekam jejaknya di Everton. Ya, sebelum bergabung dengan Arsenal, Arteta adalah figur idola bagi publik Goodison Park.

Ketika para penjajah sudah kalah, maka lahirlah kata merdeka. Bolehlah kita telah mengambil seribu langkah, tapi jangan pernah lupa langkah pertama. Camkan itu, Arteta.

Mikel Arteta saat membela Everton. Foto: Wikimedia Commons

Arteta pertama kali mendarat di Merseyside pada pertengahan musim 2004/05, berstatus pinjaman dari Real Sociedad. Tak butuh waktu lama baginya untuk mencuri perhatian penggemar Everton.

Buktinya, statusnya yang tadinya cuma pinjaman, lalu dipermanenkan jadi bagian dari skuat asuhan Davide Moyes semusim setelahnya. Bukti bahwa dia adalah gelandang tengah yang berbakat.

Musim penuh pertamanya, 2005/06, bersama The Toffees berjalan lancar, bahkan Arteta mampu meraih simpati penggemar. Dia diganjar penghargaan Fans' Player of the Season dan the Players' Player of the Season.

Oh iya, selama satu setengah musim pertamanya di Everton, Arteta juga sempat main bareng Duncan Ferguson. Ya, dan 'preman' bengal itu kini menjabat pelatih interim Everton.

kumparan post embed

Pada musim 2006/07, Arteta kian bersinar, semakin rajin mengisi daftar starting line up. Penghargaan yang tadi disebut kedua pun kembali digamitnya.

Enggak berhenti di situ. Arteta juga meraih penghargaan atas performanya di musim 2007/08, yakni North West Footballer of the Year award.

Arteta juga menjadi pemain Everton pertama dalam lima tahun terakhir yang menerima penghargaan dari Liverpool Echo berupa Sports Personality of the Year pada Januari 2008.

Goodison Park. Di sinilah Arteta pernah dipuja-puja. Foto: Reuters/Lee Smith

Akan tetapi, ada waktu di mana pemain terbaik harus pergi. Meninggalkan rumah dengan halaman kering menuju perantauan baru yang ditumbuhi rumput hijau. Nama tempat itu adalah Arsenal, yang saat itu sedang kelimpungan mencari prajurit baru.

Dia resmi ditransfer ke kubu 'Meriam London' pada awal musim 2011/12. Padahal, Arteta masih sempat membela Everton di dua laga awal Premier League musim itu, bahkan mencetak satu gol.

Tapi pada akhirnya, dia pindah juga. Meski begitu, berat bagi Arteta berat meninggalkan Everton. Mau bagaimana lagi, Arteta sudah pasti baper karena dia cukup lama membela Everton, yakni 6,5 musim.

"Sangat sulit untuk mengucapkan selamat tinggal. Saya masih tidak percaya, tetapi pada saat yang sama saya pikir ini adalah saat yang tepat untuk semua orang," katanya ihwal kepindahannya ke Arsenal di Everton TV, dilansir BBC.

"Begitulah sepak bola, selalu ada awal dan akhir dan hari ini (1 September 2011) mungkin akhir dari waktu terbaik dalam karier saya. Saya tidak akan pernah melupakannya," lanjutnya.

"Jelas saya tidak akan pernah melupakan apa yang telah saya lakukan di sini dan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang dan klub ini untuk saya," tegasnya.

Selain itu, Arteta juga memuji harmoni yang terjalin di ruang ganti Everton. Menurutnya, itu adalah salah satu atmosfer terbaik dalam karier sepak bolanya.

“Saya meninggalkan ruang ganti terbaik yang pernah saya kunjungi, tanpa keraguan, penuh lelucon, dan karakter hebat," ujarnya, dilansir Liverpool Echo.

Di lain sisi, pertanyaannya adalah apakah para penggemar Everton sekarang masih menyisipkan ruang rindu untuk Arteta? Sebabm bagaimana pun dia telah kadung tercatat menjadi bagian penting dalam sejarah klub Merseyside biru.

Kalau kunci adalah key dan kentut adalah flatus, maka door artinya pintu. Jangan dengki dan jangan ketus, sapalah kembali orang yang pernah berjasa buatmu.

Arteta dikabarkan akan langsung bertugas dalam laga pekan 18 Premier League 2019/20, kala Arsenal bertandang ke Goodison Park untuk menghadapi Everton, Sabtu (21/12/2019) malam WIB.

Editor: Katondio Bayumitra Wedya

---

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

collection embed figure