kumparan
search-gray
Bola & Sports3 Juni 2020 20:04

Meresapi Prinsip Hidup Papiss Cisse: Bersyukur pada Tuhan dengan Senyuman

Konten kiriman user
Papiss Cisse
Papiss Cisse. Foto: AFP/SIA KAMBOU
Tak peduli klub apa yang kamu dukung, kamu berhak untuk suka pada N'Golo Kante. Setidaknya, karena satu hal: Wajahnya yang senantiasa dihiasi senyum menawan.
ADVERTISEMENT
Nah, sebelum Kante, ada pemain klub Premier League lain yang dikenal murah senyum. Dia adalah eks bomber Newcastle United, Papiss Cisse.
Ya, jika kalian sudah mengikuti sepak bola Inggris selama satu dekade ke belakang, kalian pasti tak asing dengan penyerang asal Senegal itu. Kehadiran Cisse dan kompatriotnya, Demba Ba, di lini depan The Magpies tak jarang membikin lawan ketar-ketir.
Khusus Cisse, pemain yang kini membela klub Turki, Alanyaspor, itu membela Newcastle United selama 4,5 musim. Datang pada Januari 2012, hengkang pada Juli 2016. Jejak yang ditinggalkannya adalah 44 gol dan 10 assist dari 131 laga lintas ajang (per Transferkmart).
Salah satu golnya yang paling mengesankan tercipta dalam laga Newcastle vs Chelsea pada 2 Mei 2012. Dalam laga pekan ke-34 Premier League 2011/12 itu, The Toon Army memecundangi The Blues dengan skor 2-0.
ADVERTISEMENT
Cisse mencetak brace dalam laga di Stamford Bridge itu. Namun, gol keduanya adalah yang paling ... luar biasa! Dari sisi kanan pertahanan Chelsea, Cisse melepas tembakan sejauh 37 yard dari gawang, melengkung dan menghujam gawang Petr Cech.
Video
Akan tetapi, kenangan tentang Cisse tak cuma perkara segala hal yang berkaitan dengan aksi-aksinya di lapangan. Mengenang sisi humanisnya juga tak kalah menarik, termasuk soal kebiasaannya menebar senyum di mana pun dia berada.
Pada 4 Oktober 2014, pria kelahiran Dakar itu menjadi pahlawan bagi Newcastle United dalam kontra Swansea City. Dalam laga yang berkesudahan 2-2 itu, Cisse mencetak brace.
Usai laga, ada reporter yang iseng bertanya kepadanya soal alasan di balik kebiasaannya mengukir senyum di wajahnya, termasuk di laga tersebut. Sebab, laga di Liberty Stadium itu benar-benar berat bagi Newcastle karena mereka nyaris kalah, tetapi Cisse tetap bisa menjaga senyumnya.
ADVERTISEMENT
Ini jawabannya: "Aku senang tersenyum, kau tahu? Bagiku, hidup terasa mudah dan itu bukan karena uang atau lainnya, melainkan [misalnya] lebih seperti saat kamu sehat dan di sisi lain ada orang yang sakit dan dengan senyum [kamu bisa menghiburnya]".
Papiss Cisse
Papiss Cisse. Foto: AFP /GRAHAM STUAR
"Aku sehat, berlari terus, berlari sepanjang pekan, dan bermain sepak bola adalah pekerjaan terbaik di dunia, sehingga aku harus bahagia. Itulah alasannya aku tersenyum setiap saat," lanjutnya.
"Kadang memang terasa sulit, tetapi aku berusaha sebisa mungkin untuk tersenyum. Sebab, aku ingin berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberiku kehidupan ini," jelas pemain yang sering bersujud usai cetak gol ini.
Video
Bagi pemain yang dikenal sebagai pemeluk Islam yang taat itu, senyum adalah caranya menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan. Well, senyum itu ibadah, bukan?
Hari ini, 3 Juni 2020, Cisse resmi berusia 35 tahun. Dan tampaknya, hingga kini, dia masih rutin menebar senyum sambil bermain sepak bola. Tertarik mencoba hidup penuh senyum seperti Cisse? Yah, siapa tahu ada hikmah yang bisa didapat.
ADVERTISEMENT
---
Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white