Momok Corona: Akankah 'Kematian' Menyelimuti Anfield? Bagaimana Nasib Liverpool?

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.
Tulisan dari Supersoccer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hingga stori ini dinaikkan, belum ada kabar laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2019/20 antara Liverpool dan Atletico Madrid bakal digelar tanpa penonton. Meski ancaman penularan virus corona membayangi, tetapi belum ada tanda-tanda atmosfer Anfield bakal 'dimatikan'.
Kedua kubu, baik The Reds maupun El Atleti, berharap kehadiran penonton dalam laga yang bakal berlangsung pada Kamis (12/3/2020) dini hari WIB itu. Ini soal gairah, tentang emosi.
"Emosi itu penting. Kami berbicara dari waktu ke waktu tentang kekuatan Anfield, kekuatan yang dimiliki stadion, dan Anda melihatnya malam ini [di Wanda Metropolitano]," ujar Juergen Klopp usai Liverpool kalah 1-0 dari Atletico pada leg pertama, 18 Februari 2020 waktu setempat.
"Leg kedua akan dimainkan di stadion kami dan mereka akan merasakannya. Penggemar Atletico yang bisa mendapatkan tiket ... Selamat datang di Anfield," lanjutnya.
Diego Simeone selaku juru taktik Atletico juga mengharapkan kehadiran para suporter Liverpool di Anfield. Ya, tampaknya pria Argentina itu merasa kurang gereget jika mesti menghadapi juara bertahan yang pincang. Pincang tanpa pemain ke-12.
"Ada rumor [laga Liverpool vs Atletico dimainkan tertutup]. Saya harap [laga] tetap menghadirkan para penggemar. Itu tidak adil bagi Liverpool," katanya, dilansir Marca.
Well, Simeone ada benarnya. Kehadiran para suporter Anfield sangat berharga bagi Liverpool. Apa jadinya jika atmosfer itu 'mati' karena ketiadaan suporter?
Jika kita putar ingatan kembali ke musim lalu, boleh jadi Liverpool tak bakal menjuarai Liga Champions kalau bukan karena 'bantuan' para suporter di Anfield. Mohamed Salah dan kolega babak belur dihajar Barcelona dengan skor 3-0 dalam laga semifinal yang berlangsung di Camp Nou.
Pada leg kedua, Anfield mengeluarkan maginya. Bukan sulap, bukan sihir, Liverpool membalikkan agregat menjadi 4-3.
Kalau di dunia Dragon Ball Z, Liverpool adalah Son Goku yang sedang membuat bola semangat, sedangkan para suporter di Anfield adalah orang-orang yang sudi mengangkat tangannya ke udara demi membantu Son Goku agar bola semangat itu kian besar.
Kemudian, bola semangat itu dilemparkan ke arah si musuh bernama Majin Buu (Barcelona). Goku menang, bumi kembali damai. Atau dalam konteks Liverpool, mereka lalu ke final dan jadi juara.
Ini baru Liga Champions, lantas bagaimana dengan di Premier League? Anggaplah, kompetisi mungkin masih bisa jalan dengan situasi sekarang, tetapi bagaimana jika Premier League tiba-tiba memberlakukan aturan laga tanpa penonton?
Oke, Liverpool mah cuma perlu menang di dua laga lagi untuk memastikan gelar juara Premier League 2019/20. Namun masalahnya, dua laga selanjutnya adalah kontra Everton (tandang) dan Crystal Palace (kandang).
Bagaimana jika Liverpool benar-benar memastikan gelar juara Premier League di laga kontra The Seaguls? Mereka bakal merayakannya dalam sunyi. Tidak ada nyanyian para suporter, tidak ada sorak-sorai, tidak ada pitch invasion, dan sebagainya.
Atmosfer Anfield sungguh berharga bagi Liverpool. Boleh jadi mereka 'hancur' di stadion lain, tetapi bakal selalu ada para suporter yang menyambut mereka di Anfield.
Namun bayangkan, bagaimana seandainya ketika Liverpool pulang, malah tidak ada siapa-siapa di Anfield. Bayangkan di gerbang Anfield ada bendera kuning...
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini.
Bagi yang mau nonton langsung siaran Liga Inggris, bisa ke Mola TV; dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer, bisa cek list schedule-nya di SSCornerID. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.
